Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Korupsi APBDes Klapagading Kulon, Eks Kades dan Mantan Perangkat Desa Jadi Tersangka
Advertisement . Scroll to see content

Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang, Potret Pedih Rakyat Kecil di Tengah Pusaran Korupsi

Minggu, 11 Mei 2025 | 10:16 WIB
  • author Annastasya Rizqa/Arbi Anugrah
Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang, Potret Pedih Rakyat Kecil di Tengah Pusaran Korupsi
Film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang, Potret Pedih Rakyat Kecil di Tengah Pusaran Korupsi. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsPurwokerto.id - Sutradara kenamaan Garin Nugroho kembali menelurkan karya terbarunya bertajuk Nyanyi Sunyi Dalam Rantang (Whispers in the Dabbas), yang secara resmi tayang perdana dalam acara Gala Premiere di CGV Grand Indonesia, Jumat (9/5/2025). Film ini sebelumnya sudah mencuri perhatian publik internasional saat diputar di ajang International Film Festival Rotterdam ke-54, serta dalam sesi khusus memperingati Hari Antikorupsi Sedunia.

Garin menyebut, film ini lahir dari kegelisahan atas realitas korupsi yang masih merajalela di Indonesia, namun jarang mendapat ruang reflektif melalui medium film.

“Saya sangat bangga bisa membuat karya ini. Di tengah banyaknya berita korupsi, sayangnya belum ada film yang bisa mengajak kita merenung lebih dalam,” ujar Garin dikutip dari Okezone, Minggu (11/5/2025).

Film ini menyajikan kisah dramatis yang menggugah kesadaran politik masyarakat melalui cerita Puspa, diperankan oleh Della Dartyan, seorang perempuan yang tak tinggal diam melihat ketidakadilan. Puspa membela sejumlah tokoh yang terpinggirkan sistem, seorang nenek yang dituduh mencuri biji kakao, petani jagung yang dijadikan kambing hitam kegagalan bisnis, hingga adiknya sendiri yang menjadi korban intimidasi karena melawan tambak udang ilegal.

Kisah-kisah dalam film Nyanyi Sunyi Dalam Rantang ini diangkat dari empat peristiwa nyata yang menggambarkan persekongkolan praktik kolusi antara korporasi dan negara. Lewat narasi personal dan emosional, film ini menyoroti bagaimana hukum kerap berpihak pada pemilik kuasa, bukan pada keadilan.

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut