Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Guru Besar Unsoed: Aparat Penegak Hukum Harus Segera Rekonsiliasi
Advertisement . Scroll to see content

Prof Wachid dari UIN Saizu Purwokerto Angkat Puisi Asia Tenggara dan Global Selatan 

Jum'at, 12 September 2025 | 08:40 WIB
  • author Elde Joyosemito
Prof Wachid dari UIN Saizu Purwokerto Angkat Puisi Asia Tenggara dan Global Selatan 
Guru Besar Prof Abdul Wachid B.S.tampil sebagai salah satu pemakalah dalam Seminar Antarabangsa Kesusasteraan Asia Tenggara (SAKAT) 2025. (Foto: Istimewa)

SINGAPURA, iNewsPurwokerto.id – Guru Besar Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Abdul Wachid B.S., tampil sebagai salah satu pemakalah dalam Seminar Antarabangsa Kesusasteraan Asia Tenggara (SAKAT) 2025. 

Agenda ini digelar 9–12 September di The Pod, Perpustakaan Negara Singapura, bertepatan dengan Sidang ke-29 Majlis Sastera Asia Tenggara (Mastera).

Dalam paparannya bertajuk “Suara dari Global Selatan: Puisi sebagai Tafsir Zaman”, Wachid menekankan bahwa puisi tidak semata-mata karya estetika, melainkan cermin kehidupan Global Selatan. 

“Puisi merekam pergulatan sejarah, krisis, hingga harapan masyarakat. Ia menjaga tradisi, menyuarakan kritik sosial, membangun solidaritas lintas bangsa, sekaligus menantang hegemoni Barat,” ujarnya.

Ia mencontohkan sejumlah penyair Asia Tenggara yang menghadirkan “suara zaman” melalui karya mereka. Dari Indonesia, nama Chairil Anwar, W.S. Rendra, Goenawan Mohamad, Abdul Hadi W.M., A. Mustofa Bisri (Gus Mus), hingga Wiji Thukul menorehkan puisi yang berakar pada sejarah, spiritualitas, dan perlawanan sosial. Dari Malaysia, Usman Awang dan A. Samad Said menegaskan peran puisi sebagai medium solidaritas dan refleksi identitas. 

Sementara dari Filipina, penyair diaspora Merlinda Bobis mengangkat pengalaman migrasi serta keterasingan dalam perspektif global.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut