Longsor Pandanarum, Satu Korban Ditemukan di Kedalaman 2 Meter, 25 Orang Masih Hilang
Menurut Abdul Muhari, kebutuhan mendesak bagi penyintas meliputi popok bayi, perlengkapan mandi, pakaian, susu anak, perlengkapan kebersihan, alas tidur, serta alat pelindung diri seperti sepatu boot dan sarung tangan. Selain itu, layanan pendampingan psikososial sangat dibutuhkan mengingat banyak penyintas mengalami trauma.
BNPB, kata dia, telah bergerak cepat menindaklanjuti arahan Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, yang sehari sebelumnya meninjau lokasi bencana. “BNPB segera memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, termasuk logistik, layanan kesehatan, dan pendampingan psikososial,” tegasnya.
Dalam penanganan darurat ini, sebanyak 521 personel dikerahkan dari berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPBD provinsi dan kabupaten, TNI–Polri, dinas terkait, nakes, PMI, potensi SAR, hingga relawan dari berbagai daerah seperti Klaten, Wonosobo, Kebumen, Jepara, Pekalongan, dan lainnya.
Kegiatan yang berjalan hari ini meliputi pencarian dan pertolongan, pemantauan geologi, layanan posko, pengelolaan dapur umum, distribusi logistik, pengaturan lalu lintas, layanan kesehatan, hingga proses pemakaman korban. Rapat evaluasi harian juga rutin dilakukan untuk menyesuaikan taktik dan kebutuhan lapangan.
“Koordinasi lintas lembaga terus diperkuat. Fokus kami adalah percepatan pencarian korban, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan para penyintas,” ujar Abdul Muhari.
Pada Kamis (20/11), operasi akan dilanjutkan dengan agenda serupa yakni pencarian korban, monitoring geologi, pendampingan posko, dukungan kesehatan dan psikososial, penyaluran logistik, serta pengelolaan dapur umum dan pengungsian.
Abdul Muhari menegaskan bahwa seluruh upaya ini dilakukan demi memastikan keselamatan warga dan percepatan pemulihan. “Kami bekerja secepat dan seaman mungkin. Setiap korban harus ditemukan, dan setiap penyintas harus mendapatkan bantuan,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito