Jalan Rusak tak Diperbaiki, Warga Rancamaya Pasang Spanduk Wisata Jeglongan 1.000
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Warga Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, memasang spanduk besar bertuliskan “Wisata Jeglongan 1.000” di pinggir jalan desa sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Aksi tersebut dilakukan lantaran kondisi jalan yang rusak parah tak kunjung diperbaiki selama bertahun-tahun.
Dalam bahasa Indonesia, istilah jeglongan 1.000 dimaknai sebagai jalan berlubang dalam jumlah sangat banyak. Pantauan di lokasi menunjukkan, kerusakan jalan di Desa Rancamaya mencapai sekitar satu kilometer, dengan kondisi terparah berada di titik pemasangan spanduk sepanjang kurang lebih 200 meter.
Di ruas tersebut, pengendara sepeda motor terpaksa melaju sangat pelan untuk menghindari lubang yang hampir menutupi seluruh badan jalan. Selain membahayakan pengguna jalan, kerusakan tersebut juga kerap menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga.
Jalan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai akses penghubung antar-desa, tetapi juga menjadi jalur alternatif Legok–Purwokerto. Jalur ini biasa digunakan untuk memecah kepadatan arus lalu lintas saat musim mudik dan arus balik Lebaran.
Salah satu warga Desa Rancamaya, Rojikin, mengatakan spanduk protes itu telah dipasang sejak beberapa minggu terakhir. Menurutnya, kerusakan jalan sudah terjadi dalam waktu lama dan hanya ditangani dengan perbaikan sementara.
“Spanduknya belum ada sebulan, tapi jalannya sudah rusak sejak lama. Dari dulu cuma ditambal-tambal, beberapa bulan kemudian rusak lagi. Di sini jalannya paling jelek,” ujar Rojikin.
Keluhan serupa disampaikan Agus Jebeng, warga Rancamaya lainnya. Ia menyebutkan, kondisi jalan yang semakin memburuk telah meningkatkan risiko kecelakaan, meski sebagian besar berskala ringan.
“Kecelakaan sudah tak terhitung, meskipun biasanya ringan karena pengendara tidak berani melaju cepat. Banyak dialami pengendara dari Rancamaya yang menuju Gunung Lurah atau Sokawera,” kata Agus, Selasa (20/1/2026).
Editor : EldeJoyosemito