get app
inews
Aa Text
Read Next : Dinkes Ungkap Hanya Satu SPPG di Banyumas yang Kantongi Sertifikat Higiene

Pemkab Banyumas Siapkan PKK Kelola Dapur MBG, Dorong Gizi Anak dan Ekonomi Warga

Selasa, 27 Januari 2026 | 08:24 WIB
header img
Pemkab Banyumas menggelar rapat koordinasi bersama Tim Penggerak PKK, SPPI, Baznas, dan LPA Banyumas dalam rangka persiapan Training of Trainer (ToT) memasak dengan standar BGN. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Pemkab Banyumas menggelar rapat koordinasi bersama Tim Penggerak PKK, SPPI, Baznas, dan LPA Banyumas dalam rangka persiapan Training of Trainer (ToT) memasak dengan standar Badan Gizi Nasional (BGN), Senin (26/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemkab Banyumas memberdayakan kader PKK hingga tingkat desa dan kelurahan untuk memenuhi kebutuhan menu MBG. Selain bertujuan menyediakan asupan bergizi seimbang bagi anak-anak, program ini juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, MBG tidak hanya berdampak pada kesehatan dan tumbuh kembang anak, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan baku maupun pengolahan makanan.

“Kami melihat peluang peningkatan pendapatan dan perputaran uang dari program MBG ini sangat terbuka,” ujar Sadewo dalam keterangannya.

Ia menegaskan, dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyumas tidak diperkenankan membeli makanan kering dari luar daerah, kecuali susu. Kebijakan ini diambil agar perputaran ekonomi tetap berada di wilayah Banyumas.

Khusus pelaksanaan MBG pada hari Sabtu, Sadewo mengimbau agar menu yang dibagikan berupa makanan kering yang dapat dipersiapkan sehari sebelumnya, sehingga distribusi tetap berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas gizi.

Untuk mendukung kesiapan sumber daya, Pemkab Banyumas telah mengumpulkan Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten. Selanjutnya, TP PKK kabupaten akan mengoordinasikan pelaksanaan ToT bagi TP PKK kecamatan. Dalam pelatihan tersebut, pemerintah daerah juga melibatkan ahli gizi agar menu yang diproduksi memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan BGN.

Sadewo mencontohkan potensi ekonomi yang dapat tumbuh dari program ini di wilayah Purwokerto Selatan. Di kecamatan tersebut terdapat tujuh dapur SPPG, dengan rata-rata satu dapur melayani sekitar 2.000 penerima manfaat.

“Potensinya sangat besar. Jika satu paket MBG senilai Rp10 ribu per anak dan keuntungan bersih sekitar Rp2 ribu per porsi, maka satu dapur bisa mengelola perputaran uang hingga Rp20 juta,” jelasnya.

Dengan tujuh dapur beroperasi, total perputaran uang di Purwokerto Selatan saja dapat mencapai sekitar Rp140 juta. Pemerintah daerah berharap skema serupa bisa diterapkan di kecamatan lain sehingga manfaat ekonomi program MBG semakin meluas.

Melalui keterlibatan aktif PKK dan dukungan lintas lembaga, Pemkab Banyumas menargetkan dapur-dapur MBG tidak hanya menjadi pusat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis masyarakat.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut