get app
inews
Aa Text
Read Next : Komunitas Dharma Bhakti Patanjala Gelar Konservasi Mata Air Berbasis Budaya

Bencana di Purbalingga Dipicu Hujan Ekstrem dan Kondisi Geologi Gunung Malang

Selasa, 03 Februari 2026 | 08:31 WIB
header img
Banjir bandang dan longsor yang menerjang wilayah Purbalingga diduga kuat dipicu curah hujan tinggi dan kondisi geologi lereng Gunung Malang yang rentan. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Banjir bandang disertai longsor yang menerjang wilayah Purbalingga diduga kuat dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi geologi lereng Gunung Malang yang rentan. Material yang terbawa arus berupa lumpur, kayu, hingga batu berukuran besar menunjukkan karakter aliran debris atau debris flow.

Koordinator Bidang Geologi, Hidrogeologi, dan Geologi Tata Lingkungan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Indra Permanajati, menjelaskan hasil kajian awal di lapangan mengindikasikan peristiwa tersebut merupakan kejadian alami yang dipicu hujan berintensitas tinggi di kawasan Serang dan sekitarnya.

“Berdasarkan pengamatan drone dan pengecekan lapangan, banjir bandang ini membawa campuran tanah, lumpur, kayu dari kawasan hutan, serta batuan hasil kikisan dasar dan tebing sungai. Ini tipikal debris flow yang energinya sangat besar,” ujar Indra.

Ia menambahkan, material yang terbawa arus juga berasal dari zona longsoran di bagian atas lereng. Kayu-kayu dari hutan di sisi kanan kiri alur sungai ikut terseret bersama batuan berukuran besar dan pasir berwarna hitam keabu-abuan yang berasal dari pelapukan batuan di sekitar dasar sungai.

Menurut Indra, aliran banjir bandang cenderung bergerak lurus mengikuti energi alirannya, bukan selalu patuh pada kelokan sungai.

“Ketika alur sungai membelok, material yang terbawa justru bisa menerobos lurus atau ‘meloncat’ keluar tikungan. Itu sebabnya kerusakan parah sering terjadi di sisi luar belokan, termasuk yang mengenai permukiman warga,” jelasnya.

Ia menyebut fenomena tersebut terlihat jelas di sejumlah titik permukiman, di mana alur sungai yang berkelok tidak mampu sepenuhnya menahan laju material sehingga aliran justru menerjang daratan di depannya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut