get app
inews
Aa Text
Read Next : Film Judheg, Cermin Getir Pernikahan Dini dan Perjuangan Ibu Muda di Tengah Kemiskinan

Sarat Pesan Moral, Tayangan Perdana Film Pocong Merah Disambut Antusias Penonton

Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:49 WIB
header img
Film horor Pocong Merah yang diputar di Rajawali Cinema dan CGV Rita Supermall Purwokerto membawa pesan moral kuat bagi penonton agar tidak mudah menuduh. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Tidak hanya menyeramkan dan menegangkan, film horor Pocong Merah yang diputar perdana di Rajawali Cinema dan CGV Rita Supermall Purwokerto membawa pesan moral kuat bagi penonton agar tidak mudah menuduh tanpa bukti karena dapat berakibat fatal.

Antusiasme masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, terlihat jelas dalam roadshow perdana yang digelar Kamis (19/2/2026). Sekitar 400 penonton hadir memadati dua bioskop tersebut. Kehadiran langsung para pemain dan tim produksi semakin menyemarakkan suasana.

Debut pertama sutradara Hendra Lee ini pun mendapat perhatian luas. Usai penayangan, para pemeran langsung diserbu penonton untuk berfoto bersama. Tampak hadir artis Adinda Halona, Leoni Winar, Nabila Aurora, serta aktor Ferdian Ariyadi, Ahmad Pule, dan Yogi Wanner. Sejumlah pemain pendukung lainnya juga turut hadir menyapa penonton.

Sebelum film diputar, Hendra Lee bersama para pemain dan tim promosi menyempatkan diri menyapa penonton secara langsung. Ia mengungkapkan bahwa Pocong Merah terinspirasi dari kisah yang disebut terjadi di Tanah Jawa, tentang seorang perempuan yang dituduh sebagai dukun santet hingga mengalami kekerasan dan kematian tragis.

“Warna merahnya bukan karena kain kafannya merah, tetapi kain putih yang berlumuran darah. Karena tubuh pemeran dukun santet dalam film ini dimutilasi, darahnya bercucuran. Dari situlah muncul sebutan Pocong Merah,” jelas Hendra.

Film ini mengisahkan Katiyem yang berusaha mencari kebenaran atas kematian tragisnya. Mengusung dua latar waktu, era 1990-an dan masa kini, cerita bermula saat Katiyem dituduh sebagai dukun santet dan dieksekusi secara brutal oleh warga. Aryo, anak Katiyem, kemudian secara diam-diam melakukan ritual untuk menghidupkan kembali arwah ibunya demi membalas dendam.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut