Waspada Gunung Slamet! Aktivitas Naik, Radius Bahaya Diperluas
Selain itu, hasil pemantauan deformasi menunjukkan adanya pergerakan magma ke kedalaman yang lebih dangkal. Kondisi ini meningkatkan tekanan di dalam tubuh gunung dan berpotensi memicu erupsi.
“Tekanan di bawah permukaan meningkat dan memicu gempa dangkal, sehingga potensi erupsi tetap harus diwaspadai,” jelas Lana.
Ia menambahkan, potensi bahaya yang dapat terjadi meliputi lontaran material pijar, hujan abu, serta paparan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi di sekitar kawah. Abu vulkanik juga dapat menyebar lebih luas mengikuti arah angin.
Badan Geologi mengimbau masyarakat, termasuk pendaki dan wisatawan, untuk tidak beraktivitas dalam radius yang telah ditetapkan. Pemantauan intensif akan terus dilakukan guna mengantisipasi perkembangan aktivitas Gunung Slamet.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito