get app
inews
Aa Text
Read Next : KAI Daop 5 Purwokerto: Jalur Hulu Jembatan Prupuk–Linggapura Kembali Dibuka

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, 6 Tewas dan 80 Luka

Selasa, 28 April 2026 | 07:20 WIB
header img
Tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka. (Foto: iNews.id)

BEKASI, iNewsPurwokerto.id — Insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) pukul 20.52 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan 80 lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban jiwa diketahui merupakan penumpang KRL.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menyampaikan bahwa seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang dalam kondisi selamat.

“Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat. Sementara itu, dari penumpang KRL tercatat enam orang meninggal dunia dan 80 orang luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” ujar Anne, Selasa (28/4/2026).

Ia memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan maksimal. KAI juga menegaskan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia akan ditanggung oleh asuransi dan perusahaan.

Para korban luka dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Anne menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena sejumlah korban masih hidup dan memerlukan penanganan secara hati-hati. Tim gabungan yang terdiri dari tenaga medis, Basarnas, dan petugas KAI dikerahkan untuk memberikan pertolongan.

“Proses evakuasi membutuhkan waktu karena ada korban yang harus ditangani secara cermat. Seluruh tim bekerja maksimal untuk memastikan penanganan terbaik bagi korban,” katanya.

Untuk membantu keluarga korban, KAI membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, operasional stasiun untuk sementara dihentikan, dan layanan KRL hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini serta memohon maaf kepada seluruh pelanggan. Fokus kami saat ini adalah penanganan korban dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait,” ujar Anne.

Dampak kecelakaan tersebut juga menyebabkan 25 perjalanan kereta api jarak jauh dibatalkan. Namun, hingga Selasa dini hari pukul 01.04 WIB, jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah kembali dapat dilalui kereta.

“Jalur hulu masih dalam proses evakuasi dan penanganan. Kami terus mengupayakan percepatan agar perjalanan dapat kembali normal secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan,” jelasnya.

Selama proses penanganan, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL sesuai kondisi jalur. Penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan diberikan pengembalian tiket secara penuh dengan masa pengajuan hingga tujuh hari ke depan.

Untuk penumpang KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasarturi–Gambir, KAI juga menyediakan layanan lanjutan berupa bus menuju Stasiun Gambir.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut