Jaga Pasokan dan Kestabilan Harga, Minyakita Terus Digelontorkan ke Pasar di Banyumas
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas terus menyalurkan minyak goreng bersubsidi Minyakita ke berbagai pasar tradisional di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Upaya ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menstabilkan harga di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Pemimpin Cabang Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2026 pihaknya telah menyalurkan lebih dari 800 ribu liter Minyakita melalui pedagang pasar di empat kabupaten.
“Tahun ini Bulog Kanca Banyumas telah menyalurkan Minyakita lebih dari 800 ribu liter melalui pedagang pasar di empat kabupaten,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).
Penyaluran dilakukan kepada pedagang yang telah terdaftar dalam aplikasi SiMirah, diverifikasi oleh Dinas Perdagangan, serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Para pedagang juga diwajibkan menjual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter, dengan batas pembelian maksimal 12 liter per konsumen per hari, serta memasang informasi harga secara terbuka.
Pada April 2026 saja, Bulog Banyumas telah mendistribusikan lebih dari 60 ribu liter Minyakita. Ketersediaan stok pun dipastikan aman karena pasokan dari pabrik terus mengalir ke gudang Bulog.
“Bulan April hingga saat ini sudah tersalurkan lebih dari 60 ribu liter. Stok Minyakita di Bulog masih tersedia dan terus bertambah seiring pengiriman dari pabrik, sehingga mencukupi untuk kebutuhan penyaluran,” jelas Prawoko.
Distribusi Minyakita dilakukan secara rutin, rata-rata dua kali dalam sepekan di pasar-pasar utama tiap kabupaten. Salah satunya di Pasar Wage Purwokerto, yang menjadi titik distribusi tetap.
“Seperti pada Selasa (5/5/2026), penyaluran dilakukan di Pasar Wage Purwokerto kepada 36 pedagang, dengan total sekitar 180 dus atau setara 2.160 liter Minyakita,” katanya.
Prawoko menegaskan, kehadiran Minyakita di pasar tradisional diharapkan mampu menjaga stabilitas harga minyak goreng secara umum. Menurutnya, Minyakita berperan sebagai penyeimbang di tengah beragam merek minyak goreng yang beredar di pasaran.
“Minyakita bukan satu-satunya produk minyak goreng, tetapi berfungsi untuk menjaga kestabilan harga di tengah banyaknya merek yang tersedia di pasar,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemantauan bersama Satgas Pangan, stok minyak goreng berbagai merek, termasuk Minyakita, masih tersedia di pasar-pasar utama wilayah Banyumas.
Selain itu, Bulog bersama BUMN pangan lainnya memperoleh alokasi 35 persen dari skema Domestic Market Obligation (DMO) produsen Minyakita. Sementara itu, 65 persen lainnya didistribusikan oleh pihak swasta.
“Bulog dan BUMN pangan mendapatkan porsi 35 persen dari DMO pabrik produsen Minyakita. Sisanya, sekitar 65 persen, disalurkan oleh distributor swasta ke para pedagang,” jelasnya.
Ke depan, penyaluran Minyakita akan terus dilakukan secara terjadwal, termasuk di Pasar Wage Purwokerto yang rutin menjadi lokasi distribusi setiap Selasa dan Jumat, dengan volume sekitar 180 dus per kegiatan, menyesuaikan kondisi pasar.
Editor : Elde Joyosemito