get app
inews
Aa Text
Read Next : Mahasiswa Unsoed Juara Nasional di IPB, Angkat Gagasan Pajak Lingkungan untuk Pulihkan Ekosistem

Alumni Unsoed Bawa Startup HIEREN yang Bergerak di Teknologi Energi Terbarukan Tembus Silicon Valley

Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:56 WIB
header img
Rafi Ashza Sejati, lulusan Unsoed, Founder startup HIEREN. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui salah satu alumninya. 

Rafi Ashza Sejati, lulusan Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIKes) Unsoed angkatan 2022, berhasil membawa startup rintisannya, HIEREN, masuk ke ekosistem inovasi global hingga Silicon Valley, Amerika Serikat.

Rafi merupakan tenant binaan Pusat Inkubator Bisnis Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed. Dalam pengembangannya, ia mendapat pendampingan dari Nur Wijayanti dan Ratna Satriani di bawah pembinaan Prof. Elly Tugiyanti.

Capaian tersebut bermula setelah HIEREN berhasil masuk tiga besar ajang Pertamuda Seed and Scale 2025 kategori Energy Founder yang digelar PT Pertamina (Persero). Melalui program Pertamuda Overseas, Rafi mengikuti serangkaian kegiatan internasional di Amerika Serikat pada 25 April hingga 1 Mei 2026.

HIEREN dikembangkan sebagai social enterprise di bidang energi terbarukan berbasis pemberdayaan masyarakat desa. 

Startup tersebut menghadirkan sistem modular plug and play yang dapat langsung digunakan tanpa perakitan, mampu beroperasi selama 24 jam, serta terintegrasi teknologi Artificial Intelligence of Things (AIoT) guna mendukung pengelolaan energi mandiri oleh masyarakat.

Berangkat dari pengalamannya sebagai pemuda desa asal Cilacap, Rafi mengembangkan inovasi itu untuk menjawab persoalan keterbatasan akses energi di wilayah pesisir dan pedesaan.

Selama berada di Silicon Valley, Rafi berkesempatan mengunjungi Google dan bergabung dalam komunitas startup global seperti Startup Grind. Kesempatan tersebut dimanfaatkannya untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan inovasi berbasis desa dari Indonesia ke dunia internasional.

Rafi mengatakan pencapaiannya bukan hanya keberhasilan pribadi, melainkan juga upaya membawa nama Unsoed, Cilacap, dan potensi desa Indonesia ke level global.

“Saya berangkat bukan hanya mewakili diri sendiri, tetapi membawa nama Unsoed, Cilacap, dan semangat anak muda desa Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa inovasi dari daerah juga bisa berdiri sejajar di level global. Semoga pengalaman ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain agar berani bermimpi besar dan mulai berkarya,” ujar Rafi.

Ketua Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed, Nur Wijayanti, mengapresiasi keberhasilan tersebut. Menurutnya, pencapaian Rafi membuktikan mahasiswa dan alumni Unsoed memiliki daya saing internasional jika mendapat dukungan ekosistem inovasi dan pendampingan yang tepat.

“Kami sangat bangga karena Rafi mampu membawa nama Unsoed hingga ke panggung internasional. Ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia. Pusat Inkubator Bisnis akan terus mendorong lahirnya startup-startup muda yang berdampak, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan masyarakat,” katanya.

Perjalanan Rafi dari desa di Cilacap hingga menembus Silicon Valley menjadi bukti bahwa inovasi berbasis masyarakat memiliki peluang besar untuk berkembang dan mendapatkan pengakuan di tingkat global.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut