Kebumen Gelar Summer School Geokonservasi Internasional Diikuti Mahasiswa Sejumlah Negara
Sementara Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bertema Inovasi Digital untuk Pembangunan Berkelanjutan. Ia menilai tema tersebut sangat relevan dengan tantangan global saat ini.
“Merupakan kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah bagi para akademisi dan mahasiswa internasional. Pemerintah Kabupaten Kebumen akan selalu terbuka dan mendukung setiap inovasi serta pertukaran pengetahuan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak para peserta untuk mengenal lebih dekat potensi wisata Kebumen, seperti Pantai Menganti, Goa Petruk, dan Benteng Van Der Wijck, sebagai bagian dari kekayaan alam dan sejarah daerah. “Semoga sepulang dari sini, Anda membawa ilmu, pengalaman, dan cerita indah tentang Kebumen,” tambahnya.
Selain menjadi forum akademik, kegiatan ini juga menghasilkan policy brief atau rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah. Salah satunya disampaikan oleh mahasiswa asal Pakistan, Muhammad Aarif, yang menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan.
“Kami berharap hasil ini dapat menjadi acuan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di Kebumen,” ujarnya.
Dari sisi akademik, Dekan ITB, Dr. Dudy Darmawan Wijaya, menekankan bahwa pengembangan Geopark harus memberi dampak ekonomi nyata, terutama bagi UMKM, kuliner lokal, dan sektor pariwisata.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Dr. Likha Sari Anggreni, S.Sos., M.Soc.Sc., menyoroti pentingnya transformasi digital serta pemberdayaan komunitas lokal dalam pengelolaan potensi daerah.
Kesan positif juga datang dari peserta internasional yang mengapresiasi keramahan masyarakat Kebumen serta pengalaman budaya yang mereka peroleh selama kegiatan berlangsung.
Editor: EldeJoyosemito