get app
inews
Aa Text
Read Next : Robot Asisten Dokter Bawa Tim Smart Robo SD UMP Raih Emas di Kompetisi Robotik ASEAN

Festival Mitela 2026 dan Kuliner Viral Bakal Digelar di Kampus UHB

Selasa, 19 Mei 2026 | 19:56 WIB
header img
Festival Mitela dan Kuliner viral bakal digelar di Kampus Universitas Harapan Bangsa pada Kamis hingga Minggu (21-24 Mei 2026). (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Festival Mitela dan Kuliner Viral bakal digelar di Kampus Universitas Harapan Bangsa pada Kamis hingga Minggu (21-24/5/2026).

Mitela Festival merupakan ajang bagi Palang Merah Remaja (PMR) seluruh SMA di Banyumas untuk bertemu. Mereka akan mendapatkan edukasi terkait kesehatan mental yang belakangan cukup viral, terutama di kalangan Generasi Z.

Selain itu, selama empat hari pengunjung bisa berburu kuliner kekinian. Bahkan, event tersebut juga menghadirkan influencer kuliner. Tidak hanya itu, akan ada pertunjukan musik serta pesta kembang api.

Rektor UHB, Yuris Tri Naili mengatakan, selama empat hari akan ada berbagai kegiatan yang digelar di kampus.

“Gelaran ini merupakan kombinasi dari event edukasi dan kuliner. Festival Mitela misalnya, menghadirkan pegiat PMR seluruh SMA di Banyumas. Mereka berkumpul dan berdiskusi, salah satu materi utamanya adalah mental health. Selain itu yang seru adalah festival kuliner. Tentu saja menu-menunya enak dan viral,” jelas Yuris pada Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, ada juga hiburan seperti api unggun dan pesta kembang api.

“Jadi, selain sarat dengan edukasi, ada malam keakraban dan api unggun. Puncak acara akan ditutup dengan pertunjukan musik, DJ performance, dan pesta kembang api,” katanya.

Festival Mitela turut menghadirkan narasumber dan influencer yang memberikan materi seputar literasi digital, penulisan ilmiah, hingga motivasi pengembangan diri. Seluruh rangkaian kegiatan ini dibuka untuk masyarakat secara gratis.

“Silakan masyarakat datang, menikmati hiburan, kuliner, sekaligus mendapatkan ilmu,” ujar dia.

Rektor mengatakan, bersamaan dengan event tersebut, Kampus UHB bakal meluncurkan tiga program studi, yakni Teknik Robotika dan Artificial Intelligence (AI), Pariwisata, dan Bisnis Digital.

“Ketiga prodi ini memang tengah tren saat ini. Apalagi AI yang sudah sangat akrab, terutama di kalangan muda. Untuk Teknik Robotika dan AI merupakan prodi yang dibuka untuk kali pertama di Jawa Tengah,” ujarnya.

Di tempat yang sama, akademisi UHB, Purwono mengembangkan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI di bidang kesehatan melalui startup bertajuk NeuroVelis Health Box. Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu deteksi dini gangguan kesehatan mental hingga risiko penyakit tertentu.

Purwono mengatakan, pengembangan startup tersebut dimulai tahun ini sebagai bentuk kontribusi pemanfaatan teknologi AI dalam sektor kesehatan yang semakin berkembang.

“NeuroVelis Health Box kami kembangkan sebagai kontribusi teknologi AI untuk bidang kesehatan. Tahun ini mulai kami dorong dalam bentuk startup agar bisa dikembangkan lebih luas,” ujarnya.

Menurut dia, salah satu fokus utama pengembangan teknologi tersebut adalah kesehatan mental yang saat ini menjadi isu penting, terutama di kalangan generasi muda atau Gen Z.

“Kesehatan mental saat ini sangat viral, terutama di kalangan Gen Z. Karena itu kami membuat tools berbasis AI untuk membantu mendeteksi maupun memprediksi tingkat anxiety, depresi, dan stress level seseorang,” katanya.

Ke depan, pengembangan sistem tersebut juga akan diintegrasikan dengan layanan profesional seperti psikolog dan psikiater.

“Pengembangannya nanti akan kami hubungkan dengan psikolog maupun psikiater, sehingga setelah terdeteksi bisa langsung mendapatkan rekomendasi penanganan,” ujarnya.

Selain kesehatan mental, tim pengembang juga mengembangkan teknologi AI di bidang farmasi. Salah satunya untuk menganalisis efek samping obat kanker.

“Kami juga mengembangkan teknologi farmasi untuk melihat efek samping obat kanker, sehingga bisa membantu proses analisis dalam pengobatan,” katanya.

Tak hanya itu, timnya turut mengembangkan teknologi retinal diabetes untuk mendeteksi potensi gangguan retina mata akibat diabetes.

“Kami membuat retinal diabetes untuk mengetahui apakah seseorang berpotensi mengalami diabetes retina mata atau tidak,” tutur Purwono.

Dia menilai, berbagai inovasi tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk hilirisasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas maupun sektor industri kesehatan.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut