get app
inews
Aa Text
Read Next : 100 Ton Lebih Beras SPHP Digelontor ke 4 Kabupaten Lewat Gerakan Pangan Murah

Pemprov Jateng Terus Gelar Gerakan Pangan Murah, Januari-Mei Sudah 794 Kegiatan

Senin, 18 Mei 2026 | 22:35 WIB
header img
Pemprov Jateng terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok murah. (Foto: Istimewa)

BANJARNEGARA, iNewsPurwokerto.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bersama pemerintah kabupaten/kota terus menggencarkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 794 kegiatan GPM telah digelar di berbagai daerah di Jawa Tengah.

Salah satu pelaksanaan GPM berlangsung di halaman Kantor Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026). Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari warga yang memadati sejumlah stan penjualan bahan pokok. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut meninjau langsung pelaksanaan program tersebut.

Warga Desa Gumiwang, Parmiati, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Menurut dia, harga kebutuhan pokok yang dijual lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

“Ini beli beras, tepung mocaf, minyak goreng, gula, dan telur. Harganya termasuk murah daripada di pasaran. Sangat membantu warga kecil seperti saya,” ujarnya.

Parmiati yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga mengatakan penghasilan suaminya sebagai pekerja gudang jagung tidak menentu karena menggunakan sistem borongan. Karena itu, ia merasa terbantu bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, termasuk telur yang dijual Rp23.000 per kilogram.

“Pendapatan suami tidak tentu karena sistemnya borongan, kalau ramai ya lumayan, kalau sepi tidak tentu. Biasanya saya belanja ke pasar, ini harganya beda. Jadi membantu sekali,” katanya sambil menunjukkan hasil belanjaannya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjelaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan langkah pemerintah untuk mengintervensi harga bahan pokok penting agar tetap terjangkau sekaligus menjaga ketersediaan stok di masyarakat.

Menurut dia, sejumlah komoditas yang dijual dalam program tersebut mendapatkan subsidi dari pemerintah sehingga harganya lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut