Festival PURNAMA Argowilis Sedot Ribuan Pengunjung, Perpaduan Budaya dan Pendidikan
Masyarakat yang hadir juga dapat menikmati berbagai jajanan tradisional khas Banyumas yang telah disediakan panitia. Aneka makanan tradisional tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan budaya lokal dalam festival tersebut.
Ketua Panitia yang juga Direktur Yayasan Argowilis, Abidin, dalam sambutannya menyampaikan alasan mengapa kegiatan tersebut dinamakan Festival PURNAMA.
Ia menjelaskan bahwa malam pelaksanaan festival bertepatan dengan malam bulan purnama, sehingga momentum tersebut dijadikan simbol rasa syukur atas perjalanan panjang Yayasan Argowilis hingga memasuki usia ke-27 tahun.
“Mengapa dinamakan Festival PURNAMA karena kegiatan ini tepat di malam bulan purnama, dan juga sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan panjang umur terkhusus pada perjuangan Yayasan Argowilis hingga berumur 27 tahun saat ini, 25 Mei 1999 sampai 25 Mei 2026,” ungkap Abidin saat menyampaikan sambutan di hadapan ribuan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Abidin juga menceritakan perjalanan panjang Argowilis yang bermula dari Kelompok Tani Hutan (KTH), kemudian berkembang menjadi lembaga dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan.
“Perlu diketahui bersama, di Indonesia mungkin Argowilis satu-satunya KTH yang masih bertahan hingga 27 tahun sampai hari ini,” tegasnya yang langsung disambut tepuk tangan meriah para penonton.
Sementara itu, Kepala PKBM Argowilis yang juga Kepala MTS Pakis, Isrodin, menyampaikan bahwa keberlangsungan Argowilis hingga saat ini tidak terlepas dari peran besar banyak pihak yang selama ini terus memberikan dukungan.
Menurutnya, perjuangan Argowilis bukan hanya milik orang-orang yang saat ini berada di dalam lembaga, tetapi merupakan hasil gotong royong para pendiri, relawan, masyarakat, stakeholder, dan seluruh pihak yang selama ini membersamai perjalanan Argowilis.
Editor : EldeJoyosemito