Satgas Pangan Turun ke Pasar-pasar di Banyumas, Begini Hasilnya
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Tim Satgas Pangan Polresta Banyumas bersama Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas dan sejumlah instansi terkait melakukan pemantauan harga serta ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Banyumas. Hasilnya, harga kebutuhan pokok terpantau relatif stabil dan pasokan dalam kondisi aman.
Pemantauan dilakukan di Pasar Wage Purwokerto dan Pasar Manis Banyumas dengan melibatkan Dinas Pertanian serta Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut bertujuan memastikan stabilitas pasokan dan harga pangan setelah Hari Raya Iduladha sekaligus menjelang Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan tidak ada gangguan pasokan maupun gejolak harga yang signifikan di tingkat pedagang.
"Dari hasil pemantauan bersama, harga-harga komoditas pangan di Kabupaten Banyumas relatif stabil. Tidak ada kendala terkait pasokan dan daya beli masyarakat juga dalam kondisi normal," kata Prawoko, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga beras medium berada pada kisaran Rp13.000 hingga Rp13.500 per kg. Sementara beras premium dijual antara Rp14.000 hingga Rp14.900 per kg dan beras jenis pandanwangi berkisar Rp16.500 hingga Rp17.000 per kg sesuai kualitas masing-masing.
Adapun beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga rata-rata Rp60.000 per kemasan dan masih tersedia di sejumlah kios pasar.
Meski harga beras secara umum stabil, sejumlah pedagang mengaku terdapat kenaikan harga beras premium dari tingkat penggilingan sekitar Rp200 hingga Rp300 per kg. Kondisi tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan gabah karena musim panen belum kembali berlangsung serta harga gabah yang mulai meningkat.
Menurut Prawoko, keberadaan beras SPHP menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga beras di pasar. Program tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas.
"Beras SPHP menjadi sarana yang efektif untuk mengendalikan harga beras karena masyarakat memiliki pilihan beras yang murah namun tetap berkualitas," ujarnya.
Dari sisi permintaan, pedagang menyebut penjualan beras saat ini cenderung normal bahkan sedikit menurun. Kondisi itu diduga dipengaruhi oleh penyaluran bantuan pangan pemerintah berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat.
Selain beras, harga sejumlah komoditas pangan lainnya juga terpantau stabil. Harga telur ayam berkisar Rp23.000 hingga Rp25.000 per kg, sedangkan gula pasir dijual Rp17.000 hingga Rp17.500 per kg. Sementara itu, harga beras ketan mengalami kenaikan dan berada pada rentang Rp13.000 hingga Rp15.000 per kg.
"Secara umum harga komoditas pangan di Kabupaten Banyumas relatif stabil, aman, dan terkendali," kata Prawoko.
Dalam kesempatan tersebut, Bulog Banyumas bersama Satgas Pangan dan instansi terkait juga mengingatkan para pedagang agar menjual komoditas pangan dengan margin keuntungan yang wajar serta mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Prawoko meminta para pedagang segera berkoordinasi dengan pemerintah maupun pengelola pasar apabila menghadapi kendala distribusi atau pasokan pangan agar dapat segera ditangani.
"Kami mengimbau para pedagang untuk mematuhi ketentuan harga yang berlaku. Apabila terdapat kendala pasokan atau distribusi, dapat segera disampaikan kepada instansi terkait maupun pengelola pasar agar dapat segera ditindaklanjuti," ujarnya.
Khusus untuk beras SPHP, Bulog Banyumas meminta pedagang segera melakukan pemesanan kembali apabila stok mulai menipis. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi yang telah disediakan sehingga distribusi dapat berjalan lancar.
Prawoko menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras di wilayah Banyumas Raya. Menurut dia, stok beras yang dikelola Bulog saat ini dalam kondisi aman dan siap mendukung kebutuhan masyarakat maupun program pemerintah.
"Kami menjamin ketersediaan stok beras di Banyumas Raya dalam kondisi aman dan terkendali. Bulog akan terus memastikan distribusi berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," tegasnya.
Editor : EldeJoyosemito