Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Buka Jalan Akses Keuangan bagi Warga Banjarnegara dari Pelaku Usaha hingga Pelajar
Advertisement . Scroll to see content

Antusiasme Para Pelaku Kuliner yang Dibekali Pengetahuan Keamanan Pangan

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:04 WIB
  • author Elde Joyosemito
Antusiasme Para Pelaku Kuliner yang Dibekali Pengetahuan Keamanan Pangan
Para pelaku industri kuliner diberi edukasi pentingnya keamanan pangan atau food safety. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Kesadaran terhadap pentingnya keamanan pangan atau food safety terus menjadi perhatian di industri kuliner. Untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha di bidang tersebut, Toko Bahan Kue (TBK) Intisari Purwokerto menggelar Intisari Food Safety Class di Gudang Intisari Purwokerto, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB itu diikuti pelaku usaha pangan dari berbagai sektor, mulai dari pelaku UMKM, usaha katering, bakery, hotel, restoran, hingga usaha makanan cepat saji yang berasal dari Purwokerto, Banyumas, Kebumen, dan sejumlah daerah sekitarnya.

Founder TBK Intisari Purwokerto, Eddy Setio, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan pendampingan kepada pelanggan, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.

"Kami mengutamakan UMKM. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin tumbuh bersama pelanggan, membantu mereka membangun dan mengembangkan bisnisnya melalui edukasi yang dibutuhkan," kata Eddy di sela kegiatan.

Dalam pelatihan tersebut, TBK Intisari menghadirkan Chef Stefu Santoso, Advisor Association Culinary Professional (ACP) sekaligus pakar kuliner nasional, sebagai narasumber.

Chef Stefu menekankan bahwa keamanan pangan merupakan aspek mendasar yang harus diperhatikan oleh setiap pelaku usaha kuliner, karena berkaitan langsung dengan kesehatan konsumen.

"Hari ini kami memulai dari aspek food safety karena menurut kami keamanan pangan jauh lebih penting karena menyangkut kesehatan manusia. Produk yang enak saja tidak cukup jika tidak aman dikonsumsi," ujarnya.

Menurut dia, banyak pelaku usaha kuliner yang sebenarnya telah mampu menghasilkan produk makanan dengan baik, namun masih menghadapi kendala dalam menerapkan standar keamanan pangan secara menyeluruh.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diperkenalkan dengan prinsip dasar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), yaitu sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan risiko keamanan pangan selama proses produksi.

Chef Stefu menjelaskan bahwa kesalahan sederhana dalam penanganan bahan baku dapat berdampak besar terhadap kualitas dan keamanan produk yang dihasilkan.

"Misalnya saat membeli ayam mentah lalu langsung dimasukkan ke dalam plastik tanpa penanganan yang benar. Suhu bahan bisa meningkat, kemudian menimbulkan bau dan apabila tetap diolah serta disajikan, konsumen berisiko mengalami gangguan kesehatan. Hal-hal mendasar seperti ini masih belum banyak dipahami pelaku usaha," katanya.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai penyimpanan bahan baku, pengolahan, hingga penyajian makanan yang benar menjadi kunci untuk menghasilkan produk yang aman dan berkualitas.

Salah satu peserta, Hilda Baras, pemilik Kedai Kopi Kali di Majenang, Kabupaten Cilacap, mengaku mengikuti pelatihan tersebut untuk memperdalam pengetahuan mengenai pengelolaan bahan makanan dan sistem penyimpanan yang tepat.

"Kami mulai mengembangkan bisnis makanan sehingga membutuhkan pengetahuan tentang cara penyimpanan bahan yang aman dan efisien. Tantangan yang kami hadapi selama ini adalah mengelola stok agar tidak banyak bahan yang terbuang," ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, TBK Intisari Purwokerto berharap para pelaku usaha kuliner di Banyumas dan sekitarnya semakin memahami pentingnya penerapan keamanan pangan dalam setiap proses produksi.

Dengan meningkatnya pemahaman mengenai food safety, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, menjaga kepercayaan pelanggan, serta memperkuat daya saing industri kuliner lokal di tengah persaingan yang semakin ketat.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut