get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Mendag Lepas Ekspor 20 Ton Gula Kelapa Banyumas ke AS Senilai Rp822 Juta

Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:43 WIB
header img
Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor sebanyak 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor sebanyak 20 ton gula kelapa produksi PT Integral Mulia Cipta (IMC) ke Chicago, Amerika Serikat, Kamis (25/6/2026). Nilai ekspor tersebut mencapai USD 46 ribu atau sekitar Rp822,48 juta.

Pelepasan ekspor dilakukan di pabrik PT IMC di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pengiriman produk ke Amerika Serikat itu didukung oleh Surat Keterangan Asal (SKA) Form B yang berfungsi sebagai dokumen keterangan asal barang dan memberikan kemudahan dalam memperoleh tarif bea masuk di negara tujuan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya pemanfaatan berbagai fasilitas perdagangan untuk mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah, termasuk gula kelapa asal Banyumas.

Menurutnya, para pelaku usaha perlu memanfaatkan program penjajakan bisnis atau business matching serta penggunaan SKA agar dapat memperoleh berbagai insentif, termasuk pengurangan tarif bea masuk di pasar ekspor.

"Kami ingin tumbuh bersama dan meningkatkan ekspor komoditas unggulan daerah. Salah satunya dengan Kabupaten Banyumas untuk meningkatkan ekspor gula kelapa ke berbagai negara. Pelaku usaha dapat memanfaatkan berbagai fasilitas perdagangan untuk memperoleh keuntungan dan mengembangkan usahanya," kata Budi Santoso.

Ia menilai keberhasilan PT IMC menembus pasar internasional tidak terlepas dari kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah. PT IMC tercatat pernah mengikuti business matching virtual dengan pembeli dari Amerika Serikat serta memperoleh mitra dagang dari Jerman melalui fasilitasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg.

Selain itu, perusahaan juga berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2024 dan berhasil menjaring sejumlah calon pembeli potensial.

"PT IMC menjadi contoh pelaku usaha yang mampu memperluas jangkauan pasar melalui optimalisasi berbagai fasilitas perdagangan yang tersedia," ujarnya.

PT Integral Mulia Cipta merupakan produsen gula kelapa yang telah beroperasi sejak 2012. Produknya banyak digunakan sebagai bahan baku industri yang membutuhkan pemanis alami berbahan gula aren dan kelapa.

Hingga kini, perusahaan tersebut telah menembus 56 negara tujuan ekspor yang tersebar di kawasan Amerika, Asia, Eropa, Afrika, dan Australia. Dalam menjalankan usahanya, PT IMC juga menggandeng sekitar 5.000 pemasok bahan baku, termasuk petani dari Banyumas, Purbalingga, Kebumen, dan Cilacap.

Selain memanfaatkan fasilitas promosi perdagangan, PT IMC juga menggunakan empat jenis Surat Keterangan Asal, yakni Form B untuk memperoleh tarif bea masuk most-favored nation di berbagai negara, Form AANZ untuk memperoleh tarif preferensi di kawasan ASEAN, Australia, dan Selandia Baru, Form D untuk fasilitas perdagangan di kawasan ASEAN, serta Form IJEPA yang memberikan tarif lebih rendah untuk ekspor ke Jepang.

Untuk mempercepat pertumbuhan komoditas lokal di pasar global, Kementerian Perdagangan terus memperkuat layanan fasilitasi ekspor melalui jaringan 46 perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara tujuan ekspor.

Perwakilan perdagangan tersebut dapat mendampingi pelaku usaha dalam pelaksanaan business matching secara daring maupun luring, penyelenggaraan pameran dagang, misi dagang, hingga menyediakan ruang promosi dan pertemuan langsung dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Kementerian Perdagangan telah memfasilitasi 621 pelaku usaha dalam program business matching. Selama periode tersebut, terlaksana 333 kegiatan yang terdiri atas 168 sesi presentasi bisnis dan 165 sesi pertemuan dengan pembeli dari berbagai negara.

Dari kegiatan tersebut, tercatat potensi transaksi mencapai USD 193,88 juta. Produk yang banyak diminati pasar internasional antara lain makanan olahan, rempah-rempah, hasil perikanan, kopi, cokelat, produk dekorasi rumah, sabun, cocopeat, produk plastik, hingga minyak kelapa sawit.

Untuk memperkuat layanan ekspor, Kementerian Perdagangan juga meresmikan tujuh Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA) baru pada Kamis (25/6/2026), salah satunya berada di Kabupaten Banyumas. Dengan penambahan tersebut, kini terdapat 103 IPSKA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Budi Santoso berharap kehadiran IPSKA baru dapat mempermudah pelaku usaha daerah dalam mengakses berbagai fasilitas ekspor.

Ia juga mengapresiasi langkah PT IMC dalam memberdayakan petani di Banyumas. Menurutnya, pola kemitraan yang dibangun perusahaan sejalan dengan program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang digagas pemerintah.

"Kita ingin tumbuh bersama. Ekspor tidak harus dilakukan oleh perusahaan besar, tetapi juga dapat dilakukan oleh usaha menengah dan kecil. Ekspor juga tidak harus berasal dari kota, tetapi bisa dimulai dari desa melalui program Desa BISA Ekspor," katanya.

Mendag turut mengajak para pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026. Pameran tersebut menjadi ajang promosi produk, perluasan jejaring bisnis, serta penjajakan kerja sama dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, mengapresiasi dukungan Kementerian Perdagangan dalam mendorong peningkatan ekspor pelaku usaha di daerah.

Menurutnya, gula kelapa merupakan salah satu komoditas unggulan Banyumas yang memiliki potensi besar di pasar internasional. Pemerintah Kabupaten Banyumas pun berkomitmen menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekspor daerah.

"Kami berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar produk unggulan Banyumas semakin dikenal dan diminati di pasar global," ujar Sadewo.

Direktur PT IMC, Mario Ngensowidjaja, mengatakan sekitar 98 persen produksi gula kelapa Indonesia ditujukan untuk pasar ekspor. Produk tersebut memiliki permintaan yang sangat tinggi, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.

"Permintaan gula kelapa di luar negeri sangat besar. Produk ini menjadi salah satu permata ekspor Indonesia dan berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara," kata Mario.

Gula kelapa juga menjadi salah satu komoditas Indonesia yang menunjukkan kinerja positif di pasar internasional. Dalam periode 2021-2025, ekspor produk gula dengan kode HS 170290 mencatat tren pertumbuhan rata-rata sebesar 9,61 persen.

Sementara itu, pada Januari-April 2026, nilai ekspor produk gula Indonesia mencapai USD 42,67 juta atau meningkat 45,97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut