Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Trans Banyumas Kembali Beroperasi 18 September, 52 Armada Layani 4 Koridor
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Siswa Bintara Mulai Pendidikan di SPN Purwokerto, Ada Prosesi Siraman 

Senin, 20 Juli 2026 | 09:30 WIB
  • author Elde Joyosemito
Ratusan Siswa Bintara Mulai Pendidikan di SPN Purwokerto, Ada Prosesi Siraman 
Sebanyak 231 siswa mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di SPN Purwokerto. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Sebanyak 231 siswa mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Tengah (Jateng) di Purwokerto pada Senin (20/7/2026).

Pendidikan tersebut dirancang untuk mencetak personel yang profesional, humanis, dan mampu memberikan pelayanan kepolisian berbasis teknologi digital. Ada yang menarik, karena seusai upacara ada prosesi siraman kepada para siswa. 

Kepala SPN Polda Jawa Tengah Kombes Pol Joko Pitoyo mengatakan pendidikan ini bertujuan menghasilkan Bintara Polri yang berkarakter kebhayangkaraan, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan memberikan pelayanan di SPKT guna mendukung terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas).

"Peserta dididik agar memiliki kompetensi pelayanan di SPKT yang profesional, menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia, nilai demokrasi, serta mengedepankan prinsip-prinsip pelayanan yang humanis," katanya.

Pendidikan berlangsung selama lima bulan dengan total 1.200 jam pelajaran. Kurikulumnya terdiri atas 20 rumpun mata pelajaran yang dibagi dalam tiga tahapan, yakni pembentukan dasar Bhayangkara selama satu bulan, pembekalan fungsi teknis kepolisian dan kemampuan pelayanan SPKT disertai latihan teknis serta latihan kerja selama tiga setengah bulan, kemudian pembulatan selama setengah bulan.

Sebanyak 231 peserta mengikuti pendidikan tersebut dengan kehadiran lengkap. Rinciannya, 160 siswa berasal dari Polda Jawa Tengah dan 71 siswa dari Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Menurut Joko Pitoyo, pembelajaran juga menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan kepolisian agar para lulusan mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif sesuai kebutuhan masyarakat di era digital.

Sementara Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Latif Usman menegaskan peserta Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Kemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 harus mempersiapkan diri menjadi personel Polri yang profesional, berintegritas, dan mengedepankan pelayanan humanis kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Brigjen Pol Latif Usman saat membacakan amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol RZ Panca Putra pada pembukaan pendidikan Bintara Polri Kemampuan SPKT Tahun Anggaran 2026.

Secara nasional, pendidikan ini diikuti 4.792 peserta didik, terdiri atas 708 polisi wanita yang menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri serta 4.084 peserta pria yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda di seluruh Indonesia.

Brigjen Pol Latif mengatakan pendidikan tersebut bukan sekadar mengubah status masyarakat sipil menjadi anggota Polri, melainkan proses pembentukan karakter, pengetahuan, keterampilan, mental, dan budaya kerja agar para lulusan benar-benar siap menjalankan tugas sebagai pelaksana fungsi kepolisian, khususnya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Menurutnya, tema pendidikan Polri tahun ini, yakni "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif", menegaskan pentingnya membentuk personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki moral, integritas, kemampuan berpikir analitis, serta mampu memanfaatkan teknologi kepolisian berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Ia menegaskan personel SPKT nantinya akan menjadi wajah pertama Polri yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, setiap lulusan dituntut mampu menerima laporan masyarakat secara cepat, memberikan pelayanan yang santun, menghadirkan kepastian hukum, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia dan prinsip-prinsip pelayanan yang humanis.

Dalam amanat tersebut juga dijelaskan bahwa kurikulum pendidikan menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang menitikberatkan pada capaian kompetensi lulusan. Melalui metode ini, peserta didik tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, dan menunjukkan perilaku sesuai nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.

Kepada para peserta didik, Brigjen Pol Latif menyampaikan sejumlah pesan agar menjalani pendidikan dengan penuh disiplin, memperkuat keimanan, menjaga kesehatan fisik dan mental, membangun semangat belajar, meninggalkan sikap individualistis, serta menjadikan setiap tantangan selama pendidikan sebagai proses membentuk ketangguhan sebagai insan Bhayangkara.

Sementara kepada para kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, dan pengasuh, ia mengingatkan agar penyelenggaraan pendidikan dilakukan secara profesional, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta menghindari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

"Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,"tegasnya.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut