Produksi Susu BBPTUHPT Baturraden Melonjak, Penerimaan Negara Diproyeksi Rp23 Miliar
"Dengan menjadi BLU, kami akan lebih leluasa meningkatkan pelayanan. Di sisi lain, tata kelola juga semakin transparan dan akuntabel karena akan diawasi oleh BPK, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, dan akuntan publik," ujarnya.
Peringatan HUT ke-73 BBPTUHPT Baturraden diawali dengan donor darah yang melibatkan pegawai dan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan apel siaga integritas yang diikuti sekitar 200 pegawai. Dalam apel tersebut, seluruh pegawai diingatkan untuk menjaga integritas, meningkatkan mutu layanan, serta memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas pembibitan ternak unggul.
Saat ini BBPTUHPT Baturraden mengelola tiga unit farm, yakni Tegalsari, Limpakuwus, dan Manggala, termasuk pengembangan kambing perah. Hingga Juli 2026, populasi ternak yang dikelola mencapai sekitar 1.985 ekor sapi perah dan 670 ekor kambing perah.
Selain menghasilkan sekitar 8.300 liter susu per hari, balai tersebut juga telah memproduksi 370 ekor bibit sapi perah dan 180 ekor bibit kambing perah sepanjang tahun berjalan.
Untuk mengejar target pendapatan Rp23 miliar, BBPTUHPT Baturraden tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga mengoptimalkan produktivitas setiap sapi melalui perbaikan manajemen pemeliharaan.
"Potensi genetik sapi yang kami miliki sebenarnya mampu menghasilkan hingga 30 liter susu per ekor per hari. Saat ini produksinya sudah meningkat dari sekitar 15 liter menuju 20 liter per ekor per hari. Kami terus memperbaiki kualitas pakan, sistem pemeliharaan, dan fasilitas kandang agar ternak lebih nyaman sehingga produktivitasnya terus meningkat," kata Dani.
Ia optimistis berbagai langkah tersebut akan mendorong BBPTUHPT Baturraden mencapai target pendapatan negara sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pembibitan sapi perah unggul di Indonesia.
Editor : EldeJoyosemito