Jalan Terjal Letkol Inf Aries Ika Satria yang Kini Jadi Dandim Purbalingga
PURBALINGGA, iNewsPurwokerto.id - Tidak banyak yang menyangka perjalanan hidup Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub., sebelum menjadi Komandan Kodim 0702/Purbalingga.
Di balik seragam loreng yang kini dikenakannya, tersimpan kisah panjang tentang kerja keras, kesabaran, dan tekad yang ditempa dari berbagai pekerjaan serabutan demi mengejar cita-cita menjadi prajurit TNI.
Lahir di Surabaya dari keluarga sederhana, Aries merupakan putra seorang prajurit TNI Angkatan Laut berpangkat Kopral Satu Marinir. Meski berasal dari keluarga militer, jalan menuju Akademi Militer tidak terbentang mulus.
Sejak usia empat tahun ia tumbuh dan besar di Banyumas sebagai anak laki-laki satu-satunya dari empat bersaudara.
Setelah lulus dari SMA Negeri 5 Purwokerto pada 2002, impiannya mengenakan seragam taruna harus tertunda.
Ia belum berhasil langsung mengikuti seleksi Akademi Militer dan menjalani masa jeda selama setahun. Namun, masa itu justru menjadi fase yang membentuk karakter dan ketangguhannya.
Alih-alih menghabiskan waktu tanpa kegiatan, Aries memilih bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempersiapkan diri menghadapi seleksi Akmil.
Dia pernah menjadi buruh bangunan, merawat mesin di tempat penyewaan PlayStation, hingga mengantar koran pada sore hari di kawasan Patikraja. Malam harinya digunakan untuk belajar materi akademik dan mempersiapkan tes psikologi.
"Masa nganggur satu tahun itu banyak sekali hikmahnya. Saya pernah jadi buruh bangunan, selepas bekerja sore harinya lanjut lagi jadi loper koran mengantar pesanan di daerah Patikraja. Malamnya baru belajar akademik dan tes psikologi," kenang Aries.
Pengalaman bekerja keras demi memperoleh penghasilan sederhana itu menjadi bekal mental yang sangat berarti ketika akhirnya diterima sebagai taruna Akademi Militer pada 2003.
Menurut Aries, kerasnya kehidupan sebelum masuk militer justru membuatnya mampu bertahan menghadapi pendidikan yang terkenal penuh disiplin dan tekanan.
"Perubahan dari sipil ke militer itu sulit sekali. Tapi yang membuat saya tegar, ya karena ingat satu tahun mencari uang itu susah. Kalau sampai menyerah dan balik kanan, orang tua saya pasti menangis sedih," ujarnya.
Lulus dari Akademi Militer, penugasan pertama membawanya ke Papua. Selama 11 tahun ia mengabdi di berbagai wilayah di Bumi Cenderawasih. Pengalaman panjang itu kemudian berlanjut di Bandung sebelum akhirnya kembali ke Banyumas sebagai Wakil Komandan Batalyon Infanteri 405/Suryakusuma.
Kepulangannya ke tanah kelahiran menghadirkan momen yang paling berharga dalam hidupnya. Ia memiliki kesempatan mendampingi sang ayah yang sedang sakit hingga mengembuskan napas terakhir.
"Satu sisi beruntungnya saya, ketika bapak sakaratul maut dan sakit, saya bisa mendampingi. Mengantar berobat sampai mendengar pesan terakhir beliau," tuturnya dengan nada haru.
Dari sang ayah pula, Aries menerima pesan hidup yang terus dipegang hingga kini, yakni falsafah Jawa Urip Iku Urup, yang mengajarkan bahwa hidup harus memberi manfaat dan menjadi penerang bagi sesama.
"Pesan bapak sederhana, Urip Iku Urup. Hidup itu harus bisa memberi manfaat bagi orang lain. Kalimat itu yang selalu saya pegang sampai sekarang," katanya.
Setelah sempat bertugas di Palembang dan Bangka pada 2022, Aries kini dipercaya memimpin Kodim 0702/Purbalingga. Meski bertugas di wilayah yang bertetangga dengan kampung halamannya, ia memandang penugasan tersebut sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Bagi Aries, setiap jabatan dalam militer merupakan bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat. Karena itu, ia meyakini tidak ada penugasan yang berat selama dijalani dengan hati dan panggilan jiwa.
"Yang sulit itu kalau kita menjalankan sesuatu yang tidak sesuai dengan jiwa kita. Jabatan Dandim ini adalah amanah. Di mana pun kita ditempatkan, keberadaan kita harus membawa manfaat dan barokah untuk masyarakat," pungkasnya.
Perjalanan Letkol Inf Aries Ika Satria menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari jalan yang mulus. Dari buruh bangunan, menjaga rental PlayStation, hingga mengayuh sepeda mengantar koran, setiap pengalaman menjadi batu pijakan yang mengantarkannya memimpin Kodim 0702/Purbalingga.
Di balik pangkat dan jabatan yang kini disandangnya, ia tetap memegang teguh pesan sederhana yang diwariskan sang ayah yakni hidup harus menjadi cahaya yang memberi manfaat bagi orang lain.
Editor : EldeJoyosemito