Ubah Kawasan Pegunungan Jadi Lahan Produktif, Bawang Merah Dongkrak Ekonomi Petani
Saat ini, sebanyak 61 petani telah membudidayakan bawang merah di lahan seluas kurang lebih tiga hektare. Komoditas tersebut dinilai memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga menjadi alternatif usaha tani yang lebih menguntungkan bagi masyarakat pegunungan.
"Budidaya bawang merah menjadi peluang baru untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Hasilnya jauh lebih menjanjikan dibandingkan menanam padi di wilayah pegunungan," kata Turyono.
Selain mengembangkan komoditas hortikultura, Pemerintah Desa Tlogowulung juga terus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat melalui sejumlah inovasi, di antaranya pembangunan kolam penampungan air skala kecil sebagai cadangan irigasi serta pengembangan produk berbahan baku sabut kelapa.
Dengan meningkatnya produktivitas lahan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Kebumen, pengembangan bawang merah di Desa Tlogowulung diharapkan menjadi model bagi desa-desa pegunungan lainnya.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan kondisi geografis bukan menjadi penghalang untuk meningkatkan kesejahteraan petani, selama potensi lokal mampu dikelola dengan inovasi dan pendampingan yang berkelanjutan.
Editor: EldeJoyosemito