get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Sekolah Rakyat Banyumas Hadir, Buka Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:37 WIB
header img
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas resmi memulai kegiatan belajar dengan diawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Banyumas resmi memulai kegiatan belajar dengan diawali Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (29/7/2026). 

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menegaskan, kehadiran sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan berkualitas.

Saat membuka MPLS, Sadewo mengatakan Sekolah Rakyat bukan sekadar menambah pilihan layanan pendidikan di Banyumas, tetapi juga menjadi harapan baru bagi anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan.

"Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 ini bukan hanya menambah layanan pendidikan di Kabupaten Banyumas, tetapi juga membuka harapan baru bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujar Sadewo.

Ia berpesan kepada seluruh peserta didik agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan peluang untuk mengubah masa depan yang harus dijalani dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar.

"Saya yakin jika kalian mengikuti pendidikan di sekolah ini dengan penuh kesungguhan, kalian akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, berdaya saing, serta mampu membanggakan orang tua dan memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," katanya.

Sadewo juga mengingatkan para guru, tenaga kependidikan, pengasuh asrama, dan seluruh pihak yang terlibat agar memberikan pendampingan kepada para siswa dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan keteladanan.

Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan sehingga peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Di hari pertama MPLS, semangat juga terlihat dari para siswa baru. Salah satunya Ade Kirana, siswa kelas VIII SMP asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon. 

Ia mengaku bersyukur dapat diterima di Sekolah Rakyat dan melihat kesempatan itu sebagai jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. "Senang, kagum juga karena gedungnya," ujar Ade.

Meski kedua orang tuanya tidak dapat mengantarnya karena bekerja di luar kota, Ade tetap antusias mengikuti kegiatan MPLS dan mulai menjalani kehidupan di asrama. Namun, ia mengaku masih memiliki kekhawatiran untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

"Aku tidak deg-degan, tapi takut dibully di asrama. Dulu waktu kelas lima pernah dibully, jadi takut kalau di sini mengalami hal yang sama," ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan Wartiah, wali siswa yang mengantar cucunya mengikuti MPLS. Baginya, Sekolah Rakyat menjadi kesempatan kedua bagi sang cucu yang telah putus sekolah selama lebih dari tiga tahun sejak duduk di kelas III SD.

Menurut Wartiah, cucunya selama ini dikenal pendiam dan kurang percaya diri. Setelah mendapat pendampingan dan motivasi, akhirnya sang cucu bersedia kembali melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Rakyat.

"Alhamdulillah sekarang mau sekolah lagi. Dia bilang ingin berubah dan menjadi anak yang lebih baik," tutur Wartiah.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Banyumas diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak yang sempat putus sekolah maupun berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka tetap memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut