get app
inews
Aa Text
Read Next : Pelanggan KA Dapat Kejutan Merdeka, Daop 5 Purwokerto Gelar Semarak HUT RI

Digital Entrepreneurship Boot Camp 2026 Lintas Negara Digelar di Purwokerto

Senin, 17 Agustus 2026 | 07:50 WIB
header img
Universitas Amikom Purwokerto berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Irsyad menggelar Digital Entrepreneurship Boot Camp 2026. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Universitas Amikom Purwokerto berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Irsyad menggelar Digital Entrepreneurship Boot Camp 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari program Amikom Mitra Masyarakat Kolaborasi Internasional (AMMKI) tersebut berlangsung di Ruang Serba Guna Lantai 4 Gedung Utama Universitas Amikom Purwokerto, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Hampir 30 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari latar belakang dan negara yang beragam, termasuk mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia LAZNAS Al Irsyad dari Sudan, Yaman, Tajikistan, Thailand, Libya, Aljazair, dan Indonesia.

Selain berasal dari berbagai negara, peserta juga merupakan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Banyumas, seperti Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (Saizu), dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto.

Program tersebut dirancang untuk membangun pola pikir kewirausahaan digital lintas negara sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada mahasiswa, khususnya dalam bidang affiliate marketing.

Ketua Pelaksana Program Pengabdian AMMKI 2026, Andi Dwi Riyanto, M.Kom., mengatakan kegiatan tersebut diarahkan untuk membuka peluang bagi mahasiswa memperoleh penghasilan secara mandiri dengan memanfaatkan ekosistem digital.

"Kami ingin membangun mindset bahwa menjadi pengusaha digital saat ini tidak harus memiliki produk sendiri atau modal yang besar. Melalui affiliate marketing dan pemanfaatan media sosial serta AI, mahasiswa, baik lokal maupun dari negara mana pun bisa menciptakan peluang usahanya sendiri secara mandiri," ujarnya.

Dikemas sebagai Inkubasi Bisnis

Berbeda dengan pelatihan yang hanya berlangsung dalam format seminar, Digital Entrepreneurship Boot Camp 2026 dikembangkan sebagai program inkubasi bisnis selama satu bulan.

Peserta memperoleh materi mengenai peluang social commerce, pemahaman algoritma sejumlah platform digital seperti TikTok dan Shopee, hingga strategi ATM atau Amati, Tiru, dan Modifikasi.

Anggota Tim Pengabdian AMMKI, Prayoga Pribadi, S.E., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai Business Model Canvas (BMC), menekankan pentingnya perencanaan model bisnis sebelum peserta mulai menjalankan aktivitas pemasaran digital.

"Sebelum memproduksi konten, seorang kreator afiliasi harus memetakan siapa target pasarnya dan strategi apa yang paling efektif. BMC khusus afiliasi ini membantu mereka bekerja dengan arah yang jelas, bukan sekadar ikut-ikutan tren yang sedang viral," katanya.

Pada sesi teknis, praktisi Wahib Rosadi memberikan pendampingan langsung kepada peserta dalam memproduksi konten affiliate marketing dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Wahib, teknologi AI dapat membantu mempercepat berbagai tahapan produksi konten, mulai dari menemukan ide, membuat naskah, hingga proses penyuntingan.

"Dengan alat bantu AI, proses mulai dari mencari ide, menyusun naskah (scripting), hingga mengedit konten promosi bisa dilakukan dengan sangat cepat dan presisi. Ini adalah senjata utama bagi pemula untuk bisa bersaing memproduksi konten yang menarik," ujarnya.

Program tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang mahasiswa asing penerima beasiswa menilai materi yang diberikan memberikan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan AI dan media sosial sebagai sumber penghasilan tambahan tanpa mengganggu aktivitas perkuliahan.

Setelah mengikuti pelatihan tatap muka, peserta akan melanjutkan program melalui The 30-Day Challenge. Selama tantangan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan secara intensif melalui grup WhatsApp.

Panitia juga menyiapkan penghargaan bagi lima peserta dengan performa terbaik. Hadiah yang disediakan antara lain saldo e-wallet dan perlengkapan pendukung produksi konten, seperti ring light set, wireless microphone, dan tripod.

Penentuan pemenang dilakukan berdasarkan sejumlah indikator penilaian. Tingkat konversi menjadi komponen terbesar dengan bobot 40 persen, disusul traffic dan engagement sebesar 30 persen, konsistensi 20 persen, serta kreativitas konten sebesar 10 persen.

Melalui program tersebut, Universitas Amikom Purwokerto dan LAZNAS Al Irsyad berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan digital, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung dan membangun peluang ekonomi berbasis teknologi.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut