get app
inews
Aa Text
Read Next : Demo Flying Fox di UIN Saizu Purwokerto Berujung Insiden, Mahasiswa Dievakuasi Tim SAR

Rektor UIN Saizu Jenguk Mahasiswi Korban Flying Fox, Begini Kondisinya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:09 WIB
header img
Rektor UIN Saizu Purwokerto Prof. Ridwan menjenguk mahasiswi korban insiden flying fox dalam rangkaian PBAK UIN Saizu 2026. (Foto: UIN Saizu).

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Mahasiswi korban insiden saat demonstrasi flying fox dalam PBAK UIN Saizu 2026 dinyatakan membaik. Umi Nazelatul Maghfiroh (20) diperbolehkan pulang setelah dievakuasi tim SAR dan menjalani pemeriksaan medis.

Kondisi Umi dipastikan langsung oleh Rektor Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Ridwan, saat menjenguknya di Sekretariat UKM Faktapala, Rabu (19/8/2026) petang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan di RS Orthopaedi Purwokerto, Umi mengalami memar atau lebam akibat benturan. Tidak ditemukan cedera serius yang membutuhkan operasi ataupun penanganan medis lanjutan.

“Alhamdulillah, setelah mendapatkan pemeriksaan medis, kondisinya baik dan sudah diperbolehkan pulang. Tidak ada masalah serius yang membutuhkan tindakan medis lanjutan, Umi Nazelatul hanya mengalami memar dan semoga dalam satu atau dua hari akan kembali sembuh,” kata Prof. Ridwan dalam keterangannya dikutip Kamis, (20/8/2026).

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 11.20 WIB saat anggota UKM Faktapala melakukan demonstrasi kemampuan flying fox di hadapan mahasiswa baru dalam rangkaian PBAK UIN Saizu 2026.

Aksi serupa sebelumnya telah diperagakan pada hari pertama pelaksanaan PBAK, Selasa (18/8/2026).

Umi Nazelatul, mahasiswa asal Kalibeber, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, mengalami benturan ketika mengikuti demonstrasi tersebut. Informasi awal menyebut kejadian diduga berkaitan dengan sistem pengereman wahana.

Laporan mengenai kondisi membahayakan manusia kemudian diterima Unit Siaga SAR (USS) Banyumas dari Bagas, petugas Damkar Banyumas, sekitar pukul 12.15 WIB.

USS Banyumas merespons laporan tersebut dengan mengirim satu tim rescue pada pukul 12.20 WIB. Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.55 WIB untuk melakukan assessment dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

Penanganan awal kemudian dilakukan sebelum proses evakuasi melibatkan tim SAR gabungan.

Sekitar pukul 13.30 WIB, Umi berhasil dievakuasi dari lokasi. Mahasiswi tersebut selanjutnya dibawa ke RS Orthopaedi Purwokerto untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.

Setelah korban berhasil dievakuasi dan mendapat pemeriksaan, operasi SAR diusulkan ditutup sekitar pukul 14.00 WIB. Personel yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing.

Prof. Ridwan mengapresiasi respons cepat berbagai unsur yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut.

Menurutnya, kecepatan evakuasi menjadi faktor penting agar mahasiswi segera memperoleh pertolongan dan kondisi kesehatannya dapat diperiksa secara medis.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut