get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekshumasi Sutrimo di Banyumas, Dokter Forensik Periksa Tanah hingga Seluruh Organ

Setelah 4 Tahun Terhenti, Jembatan Permanen Cibun Kembali Dibangun

Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:23 WIB
header img
Setelah sempat tertunda selama 4 tahun, pembangunan Jembatan Grumbul Cibun di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, dilanjutkan lagi. (Foto: Pemkab Banyumas)

BANYUMAS, iNewsPurwokerto.id – Setelah sempat tertunda selama sekitar empat tahun, pembangunan Jembatan Grumbul Cibun di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, kembali dilanjutkan. 

Jembatan permanen yang dibangun di atas Sungai Logawa itu diharapkan memperkuat akses dan mobilitas warga.

Pembangunan memasuki tahap keempat dan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Kresnawan.

Kepala DPU Banyumas Kresnawan mengatakan, pekerjaan tahap keempat merupakan kelanjutan pembangunan konstruksi jembatan pada ruas jalan Baseh-Sunyalangu. Tahap ini mendapat dukungan bantuan gelagar dari pemerintah pusat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Yanuar yang telah ikut mengawal kegiatan ini sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar Rp5 miliar," kata Kresnawan.

Menurut dia, pembangunan jembatan juga didukung anggaran dari APBD Kabupaten Banyumas sebesar Rp2,1 miliar. Dana dari pemerintah pusat melengkapi pembiayaan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Kresnawan mengatakan, pembangunan tersebut nantinya masih membutuhkan tahapan lanjutan, khususnya untuk meneruskan dan memperbaiki akses jalan di sisi seberang jembatan.

"Bantuan dari pemerintah pusat melengkapi itu. Kami berharap pekerjaan ini tidak berhenti. Ada tahapan berikutnya, yaitu meneruskan jalan yang berada di seberang jembatan," ujarnya.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pemerintah daerah akan terus memperjuangkan kelanjutan pembangunan jalan setelah jembatan tersebut selesai. Ruas jalan yang memadai diperlukan agar jembatan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Saat ini, akses menuju jembatan masih terbatas sehingga baru dapat dilalui kendaraan roda dua. Dengan pembangunan lanjutan, akses diharapkan semakin terbuka dan mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah.

"Kalau tahun 2027 sepertinya agak susah. Mudah-mudahan nanti 2028 bisa jalan," kata Sadewo.

Terkait kebutuhan pelebaran jalan, Sadewo menyebut warga telah menyatakan kesediaan menyediakan sebagian lahan tanpa meminta ganti rugi.

"Saya tadi menanyakan kepada warga terkait lahan mereka, mereka siap tanpa meminta ganti rugi," ucapnya.

Warga Grumbul Cibun RT 8, Wartun, menyambut gembira dilanjutkannya pembangunan jembatan permanen tersebut. Menurut dia, warga telah lama menunggu kelanjutan proyek setelah pembangunan tahap ketiga rampung pada akhir 2022.

"Sebelum ada jembatan gantung pada tahun 2004, kami menyeberang lewat sungai," kata Wartun.

Ia mengatakan keberadaan jembatan memiliki arti penting bagi kehidupan warga karena menjadi jalur utama untuk melakukan berbagai aktivitas. Ketika akses jembatan terganggu akibat pekerjaan pembangunan, mobilitas warga menjadi sangat terbatas.

"Waktu dulu ada pekerjaan di jembatan ini, kita enggak bisa ke mana-mana. Ke pasar harus jalan ke Sokawera. Jauh banget," ujarnya.

Jembatan permanen tersebut direncanakan memiliki panjang 60 meter dan lebar 8 meter. Pekerjaan konstruksi ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu lima bulan.

Keberadaan jembatan permanen diharapkan dapat menggantikan fungsi jembatan gantung sekaligus menjadi akses yang lebih aman dan representatif bagi warga Grumbul Cibun serta masyarakat di wilayah sekitarnya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut