get app
inews
Aa Text
Read Next : Dorong Peningkatan Pendapatan, MBG Jadi Berkah untuk UMKM Lokal

KKI 2026, Ini Hasil yang Ditorehkan dari UMKM Banyumas Raya

Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:34 WIB
header img
UMKM Banyumas Raya mencatatkan sejumlah capaian positif dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id UMKM Banyumas Raya mencatatkan sejumlah capaian positif dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. 

Selain membukukan penjualan ratusan juta rupiah, produk unggulan daerah juga membuka peluang ekspor hingga puluhan ribu dolar Amerika Serikat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Aswin Gantina mengatakan, capaian tersebut menunjukkan produk UMKM Banyumas Raya semakin memiliki daya saing dan peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam KKI 2026, UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto berpartisipasi dalam lima kategori, yakni Rumah Nusantara, Wastra Nusantara, Laras Nusantara, Cangkir Nusantara, dan Camilan Nusantara.

Pada kategori Rumah Nusantara, Banyumas Raya diwakili Benang Mas, Kharisma Kerang, dan D&D Craft. Sementara pada kategori Wastra Nusantara dan Laras Nusantara tampil Pringmas, DK Gallery, serta Martadiredja.

Untuk kategori Cangkir Nusantara, Banyumas Raya diwakili Koperasi Pageland atau Kasmaran. Adapun kategori Camilan Nusantara diikuti Bunga Palm, Wins Brown Sugar, dan Abon Koki.

Partisipasi tersebut menghasilkan transaksi yang cukup menggembirakan. Hingga penutupan KKI 2026, produk Banyumas Raya pada kategori Laras Nusantara membukukan penjualan sebesar Rp131,35 juta melalui Batik Martadiredja dan DK Fashion.

Sementara produk kategori Wastra Nusantara yang diwakili Batik Pringmas mencatatkan penjualan Rp80,10 juta.

Selain dua kategori tersebut, produk UMKM Banyumas Raya dari sektor home decor, Cangkir Nusantara, dan Camilan Nusantara juga mendapat kesempatan menjangkau konsumen yang lebih luas melalui ajang nasional tersebut.

Tak hanya menghasilkan transaksi di dalam negeri, KKI 2026 juga membuka peluang pasar internasional bagi pelaku UMKM Banyumas Raya.

Dari hasil business matching, tercatat potensi transaksi ekspor sebesar 26.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp460 juta. Potensi tersebut berasal dari buyer dari Afrika dan Singapura.

Selain itu, buyer asal Amerika Serikat juga menunjukkan ketertarikan terhadap produk Abon Koki. Ketertarikan tersebut ditindaklanjuti dengan pengiriman sampel produk untuk membuka peluang kerja sama lebih lanjut.

"Capaian UMKM Banyumas Raya pada KKI 2026 menunjukkan bahwa produk unggulan daerah memiliki kualitas dan potensi pasar yang semakin luas," kata Aswin.

Menurut dia, peningkatan transaksi dan terbukanya akses pasar ekspor menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk terus memperkuat inovasi, membangun jejaring, serta meningkatkan akses pasar.

"Melalui perluasan pasar, terbukanya peluang ekspor, dan prestasi yang diraih menjadi momentum untuk terus memperkuat inovasi, jejaring, dan akses pasar UMKM Banyumas Raya," ujarnya.

Capaian lain Banyumas Raya juga ditorehkan melalui kompetisi Cangkir Barista. Perwakilan Banyumas Raya, Fadhluloh Bilal Chibran, berhasil meraih penghargaan Juara Favorit 2.

Prestasi tersebut melengkapi kiprah Banyumas Raya dalam KKI 2026. Partisipasi UMKM daerah tidak hanya menghasilkan transaksi dan peluang perluasan pasar, tetapi juga menjadi pengakuan terhadap kualitas produk serta talenta lokal.

Menurut Aswin, Bank Indonesia akan terus mendorong pengembangan UMKM agar semakin tangguh dan berdaya saing.

Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pembiayaan dan pasar, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat KKI 2026 bertajuk Beudaya MeusareSare atau Berdaya Bersama-sama, sinergi antara UMKM, masyarakat, pemerintah, industri, lembaga keuangan, pembeli global, dan berbagai mitra strategis akan terus diperkuat.

"Tujuannya agar karya terbaik UMKM Indonesia semakin dikenal, dicintai, dan digunakan masyarakat, sekaligus mampu menembus pasar global serta menjadi kekuatan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Secara nasional, KKI 2026 juga mencatatkan hasil positif. Hingga 22 Agustus 2026, penjualan sementara mencapai Rp144,2 miliar atau meningkat 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Sementara business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Adapun business matching pembiayaan tercatat sebesar Rp285 miliar atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata capaian dalam tiga tahun terakhir.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan KKI digelar sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem UMKM agar mampu terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing.

"Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," ujarnya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut