get app
inews
Aa Text
Read Next : Trans Banyumas Berhenti Sementara Mulai 30 Agustus 2026

Kisah Bos Rokok HS Bangkit Setelah Istri Meninggal, Kini Punya 7.000 Karyawan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 15:08 WIB
header img
Pemilik Rokok HS Muhammad Suryo (tengah) mengungkap kisah perjuangan dan perjalanan bisnisnya dalam konferensi pers Hey...Slank, Berani Kita Beda Tour di Purwokerto. Foto: Arbi Anugrah

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Di balik konser Hey...Slank, Berani Kita Beda Tour di Purwokerto, tersimpan kisah pribadi Muhammad Suryo yang jauh dari gemerlap panggung. Pemilik Rokok HS asal Magelang itu pernah berada di titik terberat dalam hidupnya setelah mengalami kecelakaan bersama sang istri yang kemudian meninggal dunia.

Cerita tersebut disampaikan Suryo dalam konferensi pers agenda tur konser Slank di Hotel Aston Purwokerto, Minggu (30/8/2026).

Ia mengenang perjalanan bisnis HS dalam beberapa tahun terakhir sebagai fase yang penuh tekanan. Meski perusahaan berkembang pesat dan jumlah pekerja terus bertambah, perjalanan itu ternyata dibarengi berbagai persoalan berat hingga sebuah tragedi keluarga.

"Perjalanan HS selama setahun ini, perjalanan yang singkat, seperti berdiri di atas kerikil yang tajam, tapi bisa kita lalui bersama," ujar Suryo.

Dari 30 Menjadi 7.000 Karyawan

Pertumbuhan Rokok HS berlangsung cukup cepat. Suryo menyebut, pada 2023 perusahaan tersebut hanya memiliki sekitar 30 karyawan.

Setahun kemudian, jumlah pekerja meningkat menjadi sekitar 300 orang. Perkembangan itu terus berlanjut hingga perusahaan disebut mampu menyerap ribuan tenaga kerja.

Namun, pertambahan karyawan tidak otomatis membuat perjalanan bisnis menjadi mudah. Suryo mengatakan, di tengah kondisi tersebut dirinya bersama keluarga memilih untuk memohon petunjuk melalui doa.

Ia bahkan sempat menjalankan ibadah umrah dan memanjatkan doa mengenai keberlangsungan usaha yang sedang dijalankan.

Suryo mengaku menyerahkan sepenuhnya hasil usaha tersebut kepada Tuhan. Jika bisnis itu memang menjadi jalan rezekinya, ia berharap diberi kemudahan untuk menjalaninya.

"Kalau memang ini rezeki kami, maka mudahkanlah. Tetapi jika bukan rezeki kami, kami ikhlas," katanya mengisahkan.

Perusahaan kemudian terus berkembang. Pada 2025, Suryo menyebut HS mendapatkan penghargaan sebagai salah satu perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak di Jawa Tengah.

Namun, ketika bisnis sedang bertumbuh, cobaan besar justru datang dalam kehidupan pribadinya.

Kecelakaan di Tengah Ramadan Berujung Kehilangan Istri

Pertengahan Ramadan menjadi salah satu fase paling berat bagi Suryo. Ia dan istrinya mengalami kecelakaan.

Dalam kondisi kritis dan berada di antara sadar dan tidak sadar, bukan hanya keselamatan dirinya yang ada dalam pikirannya. Ia justru teringat ribuan pekerja yang saat itu disebut bergantung pada keberlangsungan perusahaan.

Insiden itu jadi ujian berat yang dialami Suryo. Suryo sempat meneteskan air mata. Kecelakaan lalu lintas itu juga membuat Suryo luka-luka, ada enam patah tulang kaki yang diderita. Di tengah ujian itu, Suryo kembali berdoa. 

"Kalau memang saya masih bermanfaat, tolong disembuhkan," tuturnya mengenang doa yang terlintas ketika itu.

Suryo kemudian sadar. Namun, kabar yang harus diterimanya setelah itu begitu berat, sang istri meninggal dunia.

"Alhamdulillah saya masih dikasih sadar. Istri saya diambil sama Tuhan. Tuhan lebih sayang terhadap istri saya," ujar Suryo sambil terbata-bata.

Kehilangan tersebut membuat Suryo harus menghadapi dua persoalan sekaligus. Ia harus menerima kepergian orang terdekat, sementara di sisi lain perusahaan tetap berjalan dan ribuan pekerja membutuhkan keberlangsungan usaha.

Masa berkabung tidak membuat Suryo berhenti menjalankan tanggung jawabnya terhadap perusahaan. Ia mengatakan ada ribuan karyawan yang ikut menggantungkan kehidupan mereka pada keberlangsungan usaha.

Perasaan tersebut menjadi salah satu alasan dirinya berusaha kembali bangkit setelah mengalami kehilangan.

"Di dalam keputusasaan itu, saya merasa di bawah pundak saya masih ada ribuan orang karyawan yang masih bergantung kepada saya," katanya.

Saat itu, jumlah pekerja HS disebut telah mencapai sekitar 3.500 orang. Bagi Suryo, mereka bukan sekadar angka dalam laporan perusahaan.

Setiap karyawan memiliki keluarga dan kehidupan yang ikut bergantung pada penghasilan yang mereka terima. Karena itu, menjaga perusahaan tetap berjalan juga dipandang sebagai bentuk tanggung jawab kepada para pekerja.

Sejak Maret 2026 Rekrutmen Terus Berjalan

Perusahaan kemudian melanjutkan aktivitasnya. Suryo menyebut HS tetap melakukan perekrutan karyawan setiap bulan sejak Maret 2026.

Jumlah tenaga kerja yang sebelumnya sekitar 3.500 orang kini disebut telah berkembang menjadi sekitar 7.000 karyawan.

Pertumbuhan tersebut menjadi bagian penting dalam cerita Suryo. Dari perusahaan dengan puluhan pekerja pada 2023, HS kini disebut menaungi ribuan tenaga kerja.

Bagi Suryo, bertambahnya jumlah karyawan juga berarti semakin besar tanggung jawab yang harus dipikul.

Karena itu, ia berupaya agar perkembangan perusahaan turut memberikan manfaat bagi para pekerja.

160 Karyawan Diberangkatkan Umrah

Salah satu bentuk perhatian perusahaan kepada karyawan adalah pemberangkatan umrah secara rutin.

Pada pertengahan Agustus 2026, sebanyak 160 karyawan disebut mendapat kesempatan untuk menjalankan ibadah umrah.

"Alhamdulillah," kata Suryo.

Program tersebut menjadi bagian dari apresiasi perusahaan kepada pekerja yang selama ini ikut menjalankan aktivitas bisnis HS.

Di tengah cerita tentang pertumbuhan perusahaan, langkah tersebut juga memperlihatkan sisi lain dari hubungan Suryo dengan para karyawannya.

Konser Slank Jadi Bagian Perjalanan HS

Kisah perjalanan tersebut kemudian bersinggungan dengan agenda Hey...Slank, Berani Kita Beda Tour yang digagas Rokok HS.

Konser yang menghadirkan Slank itu disebut menjadi konser kesembilan yang telah diselenggarakan HS dalam kurun waktu satu tahun.

Bagi masyarakat, konser akan menjadi ruang hiburan dengan musik Slank sebagai sajian utama. Namun bagi Suryo, agenda tersebut berada di ujung perjalanan bisnis yang penuh tantangan.

Ada pertumbuhan perusahaan, tekanan, doa, kecelakaan, kehilangan orang terdekat, hingga keputusan untuk kembali berdiri demi para pekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Suryo juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Purwokerto yang telah memberikan dukungan terhadap kehadiran HS.

Ia berharap perusahaan dan berbagai kegiatan yang digelar dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

"Terima kasih untuk masyarakat Purwokerto atas support-nya dan semoga diterima masyarakat," ujarnya.

Sementara menurut vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau yang lebih dikenal sebagai Kaka Slank, menilai perkembangan HS dalam waktu relatif singkat tidak lepas dari sosok Haji Suryo yang disebutnya memiliki banyak ide dan terus melakukan inovasi.

Kaka menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan HS saat berada di Purwokerto. Ia menyoroti perkembangan perusahaan yang kini mulai hadir di kota tersebut sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Menurut Kaka, perkembangan yang terjadi dalam tiga tahun terakhir menunjukkan bagaimana ide dan inovasi dapat mendorong sebuah usaha tumbuh dengan cepat.

"Tentang HS 3 tahun, ya memang pak haji Suryo dikepalanya selalu ada ide dan selalu berinovasi, jadi wajar aja kalau HS 3 tahun sudah seperti ini dan hari ini bisa masuk ke Purwokerto dan udah banyak orang yang terekrut setelah 3 tahun," ujar Kaka.

Selain mengomentari pertumbuhan HS, Kaka juga menyampaikan doa untuk Hasji Suryo.

Ia berharap pemilik HS tersebut selalu diberikan kesehatan sehingga dapat terus menjalankan berbagai gagasan dan inovasi yang dimilikinya.

"Ini termasuk fans murni. Mudah mudahan pak haji Suryo dikasih kesehatan, badan dan pikirannya, supaya inovasinya semakin membludak dan makin banyak yang merasakan manfaatnya," lanjut Kaka.

Editor : Arbi Anugrah

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut