Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dorong Peningkatan Pendapatan, MBG Jadi Berkah untuk UMKM Lokal
Advertisement . Scroll to see content

Konser Slank di Purwokerto Sukses Obati Kerinduan Belasan Ribu Slankers, UMKM Ikut Bergeliat

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB
  • author Arbi Anugrah
Konser Slank di Purwokerto Sukses Obati Kerinduan Belasan Ribu Slankers, UMKM Ikut Bergeliat
Konser Slank di Purwokerto Sukses Obati Kerinduan Belasan Ribu Slankers, UMKM Ikut Bergeliat. (Foto: Istimewa).

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Konser Slank di Purwokerto pada Minggu (30/8/2026) malam bukan sekadar menjadi panggung bagi band legendaris tersebut. Ribuan Slankers dari berbagai daerah berdatangan ke GOR Satria, sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi warga di sekitar lokasi.

Sejak sore, kawasan GOR Satria mulai dipenuhi penonton. Mereka tidak hanya berasal dari Banyumas, tetapi juga datang dari Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Cilacap hingga sejumlah daerah di Pantura.

Beberapa Slankers bahkan menempuh perjalanan cukup jauh. Penonton dari Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan hingga Lampung terlihat hadir dalam konser Hey Slank Berani Kita Beda Tour di Purwokerto tersebut.

Asal daerah para penggemar terlihat dari atribut yang mereka kenakan dan bawa. Salah satunya rombongan yang membawa bendera bertuliskan Slankers-Slanky Dawet Ayu Banjarnegara.

Dinar, salah seorang Slankers asal Cilacap, menjadi salah satu penonton yang sengaja datang ke Purwokerto untuk melihat langsung penampilan Slank.

Ia bahkan sudah tiba sehari sebelum konser. Setelah pertunjukan selesai, Dinar harus segera kembali ke Cilacap karena memiliki usaha yang harus dijalankan.

“Pingin nonton festival musik, memang nungguin Slank manggung, besok harus pulang Subuh karena ada toko (usaha) di Cilacap,” ceritanya.

Antusiasme penonton membuat kawasan sekitar GOR Satria semakin ramai. Jalan yang biasanya dipenuhi aktivitas pedagang kaki lima berubah menjadi salah satu titik keramaian Slankers pada malam konser.

Kepadatan juga terlihat di area parkir kendaraan roda dua dan roda empat yang berada di sekitar lokasi.

Ramainya penonton tidak hanya menguntungkan penyelenggara dan pelaku industri musik. Pergerakan massa juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menawarkan dagangannya.

Sejumlah UMKM lokal membuka lapak di area konser. Produk yang dijual cukup beragam, mulai makanan dan minuman hingga fesyen, kerajinan, serta merchandise.

Menariknya, pelaku usaha dari kalangan Slankers atau yang dikenal dengan sebutan Slankerspreneur juga ikut mengambil kesempatan tersebut.

Kehadiran belasan ribu penonton membuat konser menjadi momentum ekonomi bagi pedagang yang berjualan di dalam maupun sekitar venue.

Setelah sejumlah musisi tampil, Slank naik ke panggung sekitar pukul 22.00 WIB sebagai penampil pamungkas.

Kaka, Bimbim, Ivanka, Ridho dan Abdee tampil dalam formasi lengkap. Selama sekitar 1,5 jam, mereka membawakan belasan lagu yang langsung mengundang nyanyian massal dari penonton.

Deretan lagu populer seperti Terlalu Manis, Terlalu Pahit, Ku Tak Bisa, Orkes Sakit Hati, Mawar Merah, Tonk Kosong, Virus, dan I Miss U but I Hate U ikut dimainkan.

Suasana semakin riuh ketika Slank membawakan Poppies Lane Memory, lagu dari album Tujuh yang dirilis pada 1998.

Tidak hanya menyuguhkan lagu-lagu lama, Slank juga membawa materi yang sarat kritik sosial. Lagu Rakus dan Republik Fufufafa menjadi bagian dari penampilan mereka malam itu.

Menjelang pertunjukan berakhir, Kaka juga sempat mengajak penonton berinteraksi.

“Mau ditambahin lagi nggak kotanya, bilang ke HS tambahin 10 kota lagi,” kata vokalis bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji itu.

Konser di GOR Satria merupakan kota kesembilan dalam rangkaian Hey Slank Berani Kita Beda Tour yang digelar di 10 kota.

Sebelum tiba di Purwokerto, rangkaian tur telah menyambangi Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lampung, Malang, Palembang dan Bandung.

Setiap kota menghadirkan susunan musisi yang berbeda. Selain Slank sebagai penampil utama, konser di Purwokerto juga diramaikan Polkadots, Afterskema, Karnamereka, Preman Disco, FSTVLST dan Souljah.

Konsep tur tersebut turut memberi ruang kepada musisi lokal atau local hero untuk tampil di kota masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya HS mendukung perkembangan musisi lokal di tengah geliat industri musik.

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut