Jejak Sejarah Stasiun Gombong, Simpul Transportasi KA Sejak 1887
"Pertumbuhan volume penumpang menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari dan menuju Gombong. Kami melihat Stasiun Gombong bukan sekadar tempat naik dan turun kereta, tetapi juga bagian penting dari konektivitas masyarakat, termasuk untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pariwisata di Kabupaten Kebumen," kata As’ad.
Saat ini, sekitar 56 perjalanan kereta api penumpang dilayani setiap hari di Stasiun Gombong. Kereta yang berhenti di stasiun tersebut terdiri atas berbagai kelas, mulai dari ekonomi hingga eksekutif.
Jaringan perjalanan tersebut memungkinkan penumpang dari Gombong mengakses sejumlah kota besar di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Banyuwangi.
Untuk menunjang kenyamanan pengguna jasa, Stasiun Gombong juga dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain ruang tunggu, toilet, musala, loket, serta fasilitas yang mendukung akses bagi penyandang disabilitas.
Tidak hanya melayani penumpang, stasiun tersebut juga memiliki fungsi dalam mendukung aktivitas logistik. Salah satunya melalui layanan bongkar muat angkutan pupuk. Aktivitas ini turut memperkuat posisi Stasiun Gombong dalam menunjang kegiatan ekonomi di kawasan sekitarnya.
Akses Menuju Destinasi Wisata
Letaknya yang strategis membuat Stasiun Gombong juga berpotensi menjadi pintu masuk bagi wisatawan yang hendak menjelajahi berbagai destinasi di Kabupaten Kebumen.
Editor : EldeJoyosemito