Siapkan Rp7,8 Miliar, Purbalingga Bakal Gelar Pilkades Serentak di 184 Desa
Menjelang pelaksanaan Pilkades, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menegaskan Pemkab Purbalingga akan menjaga netralitas dan tidak memberikan dukungan kepada calon kepala desa tertentu.
Fahmi meminta seluruh pihak tidak menggunakan atau mencatut namanya untuk memperoleh dukungan politik dalam kontestasi Pilkades. Ia menyebut telah muncul informasi di masyarakat yang mengklaim adanya calon tertentu yang mendapat dukungan dari bupati maupun pemerintah pusat.
“Saya selaku Bupati dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga betul-betul menjaga netralitas dalam Pilkades ini. Apabila nanti di bawah ada suara-suara yang mengatasnamakan bupati atau menyampaikan mendapatkan atau didukung, digerakkan oleh bupati, saya sampaikan jika itu berita yang tidak benar, berita bohong,” tegas Fahmi saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Bupati, baru-baru ini.
Menurut Fahmi, klaim dukungan tersebut perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi bahwa pemerintah daerah berpihak kepada kandidat tertentu. Bahkan, ia mengaku tidak mengetahui seluruh calon yang akan mengikuti kontestasi Pilkades.
“Sudah mulai cukup banyak suara di bawah yang menyebutkan jika Bupati menyukseskan calon ini, menyampaikan mendapat dukungan pusat. Padahal, kadang Bupati tidak mengetahui calon yang akan ikut kontestasi Pilkades,” ujarnya.
Selain menekankan netralitas, Fahmi meminta seluruh unsur yang terlibat dalam Pilkades memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan, termasuk politik uang. Kesiapan pengamanan dan logistik juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi tersebut.
Pilkades Serentak 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib dan demokratis. Pemerintah daerah juga meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.
Editor: EldeJoyosemito