Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tokoh Nasional dan Akademisi UMP Bedah RUU Perekonomian Nasional
Advertisement . Scroll to see content

1.000 Mahasiswa UMP Ikuti Skrining Thalasemia, Kenali Pentingnya Deteksi Dini

Kamis, 17 September 2026 | 12:49 WIB
  • author Elde Joyosemito
1.000 Mahasiswa UMP Ikuti Skrining Thalasemia, Kenali Pentingnya Deteksi Dini
Sekitar 1.000 mahasiswa UMP mengikuti skrining thalasemia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penyakit genetik. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Sekitar 1.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengikuti skrining thalasemia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penyakit genetik yang dapat diturunkan dari orangtua kepada anak.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti pemeriksaan tersebut adalah Esti, mahasiswa Fakultas Agama Islam UMP. Bagi Esti, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjalani skrining thalasemia sekaligus mengenal lebih jauh penyakit tersebut.

Esti mengikuti pemeriksaan bersama ratusan mahasiswa lainnya dalam kegiatan Seminar dan Kuliah Umum Interprofessional Education (IPE) Thalasemia: Skrining Thalasemia dan Kesehatan Pra Nikah. Kegiatan digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Kamis (17/9/2026).

Esti mengatakan, dirinya tertarik mengikuti skrining karena kegiatan tersebut direkomendasikan oleh pihak kampus. "Thalasemia ini salah satu penyakit genetik yang bisa diturunkan. Mumpung disarankan oleh kampus jadi diambil saja. Nanti download aplikasi untuk tahu hasil," ujar Esti.

Mahasiswa lainnya, Khusaibah, juga mengaku baru pertama kali mengikuti skrining thalasemia. Ia telah menjalani pengambilan sampel darah dalam kegiatan tersebut. "Tadi di screening dan baru pertama kali, untuk deteksi dini dan dites langsung tadi,"katanya.

Kegiatan skrining yang melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya deteksi dini thalasemia, terutama menjelang memasuki kehidupan berkeluarga.

Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan, skrining diharapkan dapat membantu mahasiswa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.

"Harapannya adalah lebih awal mengetahui dengan screening ini," kata Jebul dalam sambutannya.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk perlu diiringi dengan upaya membangun generasi yang sehat. Edukasi dan pemeriksaan sejak usia muda dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Dani Esti Novia mengatakan, pencegahan thalasemia tidak dapat hanya mengandalkan tenaga kesehatan.

Ia mengajak masyarakat, termasuk mahasiswa yang telah mendapatkan informasi mengenai thalasemia, untuk turut menyebarluaskan pengetahuan tersebut kepada lingkungan sekitar.

"Sampaikan pada lingkungan karena pencegahan bukan hanya tenaga kesehatan tapi semua pihak," ujarnya.

Dani mengungkapkan, saat ini terdapat 657 pasien thalasemia yang tercatat di RS Margono dan RSUD Banyumas.

Menurut dia, berbagai upaya pencegahan perlu terus dilakukan untuk memutus mata rantai thalasemia mayor sekaligus mendukung target zero thalasemia.

Skrining dalam kegiatan tersebut juga dikaitkan dengan pentingnya kesehatan pra nikah. Generasi muda diharapkan memahami kondisi kesehatannya sebelum memasuki jenjang pernikahan dan kehidupan berkeluarga.

Finance Sustainability Director PT Prodia Widyahusada, Marina Eka Amalia, mengatakan kegiatan skrining merupakan bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sebatas pengambilan sampel darah. Skrining merupakan langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan sekaligus membangun kesadaran sejak dini.

"Screening thalasemia sebagai bagian dari upaya memberikan akses layanan kesehatan lebih luas. Hadir tidak saat pemeriksaan tapi langkah awal menjaga kesehatan dan membangun kesadaran sejak dini," ujar Marina.

Ia berharap informasi dan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diteruskan kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak berhenti pada peserta skrining, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai thalasemia.

Melalui Seminar dan Kuliah Umum Interprofessional Education (IPE) Thalasemia: Skrining Thalasemia dan Kesehatan Pra Nikah, sekitar 1.000 mahasiswa UMP mendapatkan kesempatan menjalani skrining sekaligus memperoleh edukasi mengenai deteksi dini dan kesehatan pra nikah.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya serta berperan dalam upaya pencegahan thalasemia di Kabupaten Banyumas.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut