Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Trans Banyumas Kembali Beroperasi 18 September, 52 Armada Layani 4 Koridor
Advertisement . Scroll to see content

BI Purwokerto Dorong UMKM Banyumas Raya Naik Kelas, 60 UMKM Go Digital

Rabu, 23 September 2026 | 05:46 WIB
  • author Elde Joyosemito
BI Purwokerto Dorong UMKM Banyumas Raya Naik Kelas, 60 UMKM Go Digital
KPwBI Purwokerto terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Banyumas Raya. (Foto: iNewsPurwokerto)

Menurut Aswin, pengembangan UMKM juga dilakukan melalui business matching dengan lembaga keuangan. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk pengembangan bisnis.

"Kami juga memfasilitasi business matching UMKM dengan lembaga keuangan sehingga UMKM potensial dapat memperoleh akses pembiayaan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas usahanya," katanya.

Sepanjang 2024-2025, KPwBI Purwokerto telah melakukan pemetaan terhadap 37 UMKM potensial yang dapat dibiayai. Pendekatan serupa dilakukan melalui pengembangan UMKM hijau dan peningkatan produktivitas dengan penerapan berbagai praktik terbaik.

Pengembangan UMKM berorientasi ekspor juga menjadi salah satu fokus. Sepanjang 2023-2025, lebih dari 15 UMKM Banyumas Raya telah mengikuti kegiatan promosi perdagangan di luar negeri.

"UMKM yang memiliki orientasi ekspor kami fasilitasi, termasuk melalui kegiatan promosi perdagangan di luar negeri. Tujuannya agar produk-produk unggulan daerah memiliki akses pasar yang lebih luas," ujar Aswin.

Untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar yang lebih luas, KPwBI Purwokerto juga rutin menggelar Karya Kreatif Serayu (KKS). Kegiatan tersebut menjadi salah satu flagship event untuk mendorong pengembangan UMKM sekaligus memperkenalkan produk unggulan Banyumas Raya.

Selain pengembangan UMKM secara umum, BI Purwokerto juga mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Banyumas Raya.

Salah satunya dilakukan melalui pengembangan ekosistem pesantren berbasis komoditas pangan. Telah terbentuk dua ekosistem infratani, yakni komoditas beras yang melibatkan Pondok Pesantren Miftahul Huda, Tahfidzul Quran, dan Miftahul Burhani serta komoditas cabai yang melibatkan Pondok Pesantren Al Ijtihad, Darul Ulum, dan Nuururrohman di Kabupaten Banyumas.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut