SPPG Sidasari 1 Disuspend Usai Dugaan Keracunan MBG di SMA Negeri 1 Sampang
CILACAP, iNewsPurwokerto.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sidasari 1, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, disuspend setelah muncul dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa SMA Negeri 1 Sampang seusai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut. Penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sejak Rabu (23/9/2026) sore.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Cilacap Yuda Prasetyo mengatakan, keputusan suspend terhadap SPPG Sidasari 1 diterbitkan sekitar pukul 16.00 WIB.
"Untuk SPPG, langsung per hari kemarin itu di jam sekitar jam 4 sore, sudah kita suspend. Suratnya keluar sekitar jam 4 sore," kata Yuda, Kamis (24/9/2026).
Yuda mengatakan, belum ada batas waktu terkait penghentian sementara tersebut. Operasional SPPG akan ditentukan setelah proses evaluasi dan investigasi selesai dilakukan.
"Untuk jangka waktu itu belum bisa ditentukan. Untuk evaluasi dan hasil temuan nanti seperti apa," ujarnya.
SPPG Sidasari 1 selama ini menyalurkan makanan MBG kepada 2.271 penerima manfaat yang tersebar di sekitar 12 sekolah. Salah satu sekolah penerima program tersebut adalah SMA Negeri 1 Sampang.
"Untuk penerima manfaatnya itu 2.271. Untuk sekolahnya itu salah satunya SMA N 1 Sampang. Dan kalau nggak salah itu ada 12 sekolah," jelas Yuda.
Menurut Yuda, pihaknya telah berkoordinasi dengan pimpinan di KPPG Sleman. Tim BGN dijadwalkan turun langsung untuk melakukan investigasi di SPPG Sidasari 1 dan SMA Negeri 1 Sampang.
"Beliau, insyaallah besok itu akan melakukan investigasi di SPPG maupun SMA N 1 Sampang," katanya.
BGN, lanjut Yuda, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. BGN juga memastikan proses pemulihan siswa yang mengalami gangguan kesehatan menjadi bagian dari penanganan yang dilakukan.
"Dari BGN sendiri memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian musibah ini. BGN di sini akan bertanggung jawab secara penuh untuk pemulihan korban sampai sembuh total," ujarnya.
Sementara itu, hasil mitigasi terhadap 12 sekolah penerima MBG dari SPPG Sidasari 1 belum menemukan laporan gangguan kesehatan serupa dari sekolah lainnya.
"Sudah kita mitigasi semuanya untuk 12 sekolah tersebut. Apa hanya di SMA 1 Sampang," tutur Yuda.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap telah mengambil sampel seluruh menu MBG yang dikonsumsi siswa SMA Negeri 1 Sampang. Sampel tersebut meliputi nasi, ayam bumbu kuning, oseng kangkung, tahu goreng dan semangka.
Sampel makanan tersebut selanjutnya dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk pemeriksaan. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi pada makanan maupun faktor lain yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
Dugaan gangguan kesehatan itu dilaporkan dialami 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang. Dari jumlah tersebut, 70 siswa mendapat penanganan berupa pemberian obat di sekolah, sedangkan 15 siswa menjalani rawat jalan di Puskesmas Sampang.
Sementara itu, enam siswa masih menjalani rawat inap dan 19 siswa lainnya dirujuk ke RSUD Cilacap untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Editor: EldeJoyosemito