Kemarau Makin Ganas, Krisis Air Bersih Banyumas Tembus 82 Desa, 69 Ribu Warga Terdampak
Dampak kekeringan bahkan telah menjangkau wilayah perkotaan. Kelurahan Mersi dan Arcawinangun di Kecamatan Purwokerto Timur termasuk wilayah yang mengalami kesulitan air bersih.
Di sisi lain, BPBD Banyumas juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Hingga kini, luas area yang terdampak karhutla di sejumlah wilayah Banyumas tercatat mencapai 53,088 hektare.
Karhutla tersebut terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Purwokerto Utara, Baturraden, Sumbang, Kedungbanteng, Cilongok, Wangon, dan Lumbir.
Dwi menyampaikan apresiasi kepada berbagai instansi, lembaga kemanusiaan, organisasi sosial, dan dunia usaha yang turut membantu penanganan kekeringan. Bantuan antara lain datang dari Mandiri Taspen, MDMC, Pertamina, PMI, Dompet Dhuafa, Rotary, serta sejumlah pihak lainnya.
Dwi mengatakan dampak kekeringan pada musim kemarau 2026 lebih berat dibandingkan kondisi pada 2023 yang juga dipengaruhi fenomena El Nino.
Pada 2026, kekeringan telah melanda 82 desa yang tersebar di 21 kecamatan. Sementara pada 2023, terdapat 81 desa di 19 kecamatan yang terdampak kekeringan.
Meski jumlah desa terdampak hanya bertambah satu dibandingkan 2023, dampak kekeringan tahun ini dinilai lebih besar karena mencakup wilayah yang lebih luas dan jumlah warga terdampak yang lebih banyak.
"Untuk perbandingan, dampaknya masih tinggi yang tahun ini," katanya.
Editor: EldeJoyosemito