Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Warga Grujugan Banyumas Terima Bantuan Beras 30 Kilogram dari Bulog
Advertisement . Scroll to see content

85 Desa di Banyumas Dilanda Kekeringan, BPBD Siaga hingga Februari 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:45 WIB
  • author Elde Joyosemito
85 Desa di Banyumas Dilanda Kekeringan, BPBD Siaga hingga Februari 2027
BPBD Banyumas mencatat sebanyak 85 desa/kelurahan di 22 kecamatan masih terdampak krisis air bersih. (Foto: Pemkab Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Kekeringan yang melanda Kabupaten Banyumas terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat sebanyak 85 desa/kelurahan di 22 kecamatan masih terdampak krisis air bersih. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan awal Oktober yang mencapai 82 desa/kelurahan.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan Sukma, mengatakan kekeringan kini telah menjangkau hampir seluruh wilayah kabupaten. Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih, petugas melakukan distribusi air setiap hari ke daerah-daerah terdampak.

“Jadi, sudah hampir menyeluruh di wilayah Kabupaten Banyumas. Kami melakukan dropping setiap hari, dari pagi sampai pagi lagi,” tuturnya.

Berdasarkan data BPBD Banyumas, bencana kekeringan tersebut berdampak terhadap 22.162 kepala keluarga (KK) atau sekitar 76.425 jiwa. Pemerintah daerah terus mengintensifkan penyaluran air bersih untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pasokan air.

Hingga saat ini, volume air bersih yang telah didistribusikan mencapai lebih dari 6 juta liter dengan total 1.314 ritase pengiriman.

“Hingga saat ini sudah ada lebih dari 6 juta liter air yang kami salurkan untuk masyarakat terdampak dengan total 1.314 ritase,” ungkap Irawan.

Dampak kekeringan tidak hanya dirasakan oleh warga, tetapi juga mengganggu sejumlah fasilitas pelayanan publik. BPBD Banyumas mencatat 13 sekolah, tiga puskesmas, dan dua fasilitas umum lainnya turut terdampak.

Irawan mengatakan penanganan kekeringan akan terus dilakukan mengingat musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga Februari 2027. Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Niño kuat yang berpotensi memperpanjang periode kering.

“Ini merupakan musim El Niño Godzilla. Artinya, kemarau diperkirakan bisa berlangsung sampai Februari. Kami sudah bersiaga untuk terus melakukan penanganan hingga musim kemarau berakhir,” tegasnya.

Penyaluran bantuan air bersih merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama musim kemarau. Pemerintah daerah juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan agar kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak tetap terpenuhi.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, mengatakan kekeringan menjadi persoalan yang berulang setiap tahun di sejumlah wilayah. 

Karena itu, pemerintah daerah terus menyiapkan langkah penanganan agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama bencana berlangsung.

“Penyaluran air bersih ini akan terus kami lakukan untuk membantu masyarakat sampai musim kemarau selesai,” ujarnya.

Lintarti juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menghemat persediaan yang tersedia. 

Menurut dia, pengelolaan air secara tepat sangat penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi di tengah terbatasnya pasokan.

“Hemat air dan gunakanlah air untuk hal-hal yang penting dan wajib,” pesannya.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut