Siap Berlaga di Porprov, Atlet Banyumas Peroleh Perlindungan Saat Bertanding
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Sebanyak 404 atlet Kabupaten Banyumas yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan tersebut diberikan untuk menjamin keamanan para atlet selama menjalani pertandingan maupun tugas dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Pengukuhan dan pelepasan kontingen Banyumas berlangsung di Pendopo Si Panji, Sabtu (10/10/2026). Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melepas para atlet dan pelatih yang akan bertanding di wilayah Semarang Raya pada 25-30 Oktober 2026.
Kontingen Banyumas terdiri atas 404 atlet dari 45 cabang olahraga serta para pelatih dan ofisial. Mereka ditargetkan mampu membawa Banyumas menembus lima besar klasemen akhir Porprov XVII Jawa Tengah.
Untuk mencapai target tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyumas mematok perolehan minimal 56 medali emas, 77 perak, dan 101 perunggu.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengapresiasi jajaran pengurus KONI dan para pelatih yang telah mempersiapkan atlet untuk menghadapi kompetisi tersebut. Meski harus bekerja dengan anggaran terbatas sebesar Rp16 miliar, ia meminta seluruh kontingen tetap menjaga semangat, kedisiplinan, dan sportivitas.
“Selamat bertanding, raih prestasi terbaik untuk membuktikan Banyumas yang terbaik,” kata Sadewo.
Ia berharap para atlet tidak hanya memenuhi target lima besar, tetapi juga mampu meraih posisi yang lebih tinggi dalam klasemen akhir.
“Alhamdulillah jika memperoleh prestasi maksimal dan melebihi target lima besar, jadi nomor tiga bahkan nomor satu di Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain mempersiapkan atlet untuk meraih prestasi, pemerintah daerah juga memastikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi kontingen. Sadewo menyampaikan bahwa atlet, pelatih, dan ofisial telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pengurus harian KONI Banyumas juga telah menjadi peserta program tersebut.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto Vinca Meitasari melalui Kepala Bidang Pengendalian Operasional Teguh Priyanto mengatakan, perlindungan bagi kontingen Banyumas mencakup program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Menurut Teguh, perlindungan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada atlet dan petugas yang menjalankan tugas selama Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
“Perlindungan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk memberikan rasa aman bagi para pejuang olahraga di Kabupaten Banyumas,” ujar Teguh.
Ia menjelaskan, atlet dan panitia memiliki risiko dalam menjalankan aktivitasnya, terutama ketika bertanding maupun melaksanakan tugas pendukung penyelenggaraan kompetisi. Karena itu, jaminan sosial diperlukan agar mereka dapat menjalankan kegiatan dengan lebih tenang.
“Jadi sudah seharusnya negara hadir melindungi risiko kecelakaan kerja dan kematian saat bertugas. Kami tidak ingin mereka bertanding dengan rasa was-was,” katanya.
BPJS Ketenagakerjaan Purwokerto menyebutkan, perlindungan tersebut diberikan kepada 404 atlet dan 108 ofisial kontingen Banyumas. Program ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Teguh berharap penyelenggaraan Porprov tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga memastikan seluruh peserta memperoleh perlindungan selama menjalankan aktivitasnya.
“Kami ingin Porprov ini bukan hanya melahirkan juara, tapi juga melahirkan rasa aman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Banyumas Arie Suprapto menyebutkan, sejumlah cabang olahraga menjadi andalan untuk mendulang medali, di antaranya panjat tebing, menembak, panahan, taekwondo, dan kempo.
Menurut Arie, target lima besar menjadi sasaran utama kontingen Banyumas. Namun, ia berharap para atlet mampu melampaui target tersebut dan membawa Banyumas masuk tiga besar.
“Target memang lima besar, tapi kalau bisa berakhir di tiga besar berarti bonus untuk masyarakat Banyumas,” kata Arie.
KONI Banyumas juga telah menyiapkan anggaran bonus bagi atlet peraih medali. Atlet yang meraih emas akan memperoleh bonus Rp50 juta, perak Rp35 juta, dan perunggu Rp25 juta.
Total anggaran bonus yang disiapkan mencapai Rp11 miliar. Arie berharap dana tersebut tidak mencukupi karena hal itu berarti perolehan medali atlet Banyumas melampaui target yang telah ditetapkan.
“Sudah disiapkan Rp11 miliar. Semoga kurang, karena kalau Rp11 miliar kurang, berarti prestasi atlet Banyumas lebih maksimal dan melebihi target yang telah ditetapkan oleh KONI Banyumas,” ujarnya.
Dengan persiapan kompetisi, target medali, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, kontingen Banyumas diharapkan mampu tampil optimal dan membawa pulang prestasi membanggakan dari Porprov XVII Jawa Tengah 2026.
Editor: EldeJoyosemito