Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Perjuangan Mia, Ibu Hamil yang Rela Motoran 13 Jam Demi Mudik dari Tangerang ke Cilacap
Advertisement . Scroll to see content

Serap Keluhan Nelayan Cilacap, Begini Respons Wapres Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 20:06 WIB
  • author Elde Joyosemito
Serap Keluhan Nelayan Cilacap, Begini Respons Wapres Gibran
Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendengarkan langsung keluhan nelayan saat mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu, Kabupaten Cilacap. (Foto: Setwapres)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendengarkan langsung keluhan nelayan saat mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalkatilayu, Kabupaten Cilacap, Senin (26/10/2026). Persoalan ketersediaan solar bersubsidi menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan nelayan dalam pertemuan tersebut.

Selain pasokan bahan bakar untuk melaut, dialog itu juga membahas pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) berbahan baku minyak jelantah, pelayanan pemerintahan desa, bantuan sosial, penyediaan air bersih, serta pemerataan layanan bagi masyarakat.

Gibran mengatakan, ketersediaan solar sesuai kebutuhan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran kegiatan penangkapan ikan. Karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi bahan bakar bersubsidi berjalan tepat waktu dan menjangkau nelayan yang berhak.

“Solar adalah kebutuhan penting bagi nelayan. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memastikan kuota dan ketersediaan solar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Gibran.

Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, Gibran meminta Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa mengawal penyaluran solar bersubsidi bagi nelayan di Cilacap. Pengawasan diperlukan agar distribusi tidak terlambat, kuota sesuai kebutuhan, dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Bu Tina, tolong pastikan distribusi solar subsidi di daerah Cilacap lancar, tidak terlambat, dan kuotanya sesuai dengan kebutuhan lapangan. Pastikan juga tidak ada oknum yang bermain di lapangan agar kuota bagi nelayan yang berhak bisa sampai tepat sasaran,” ujarnya.

Gibran juga menyoroti persoalan administrasi yang menghambat sebagian nelayan dalam mendapatkan surat rekomendasi pembelian solar bersubsidi. Nelayan dengan kapal berukuran di bawah 30 gross tonnage (GT) yang belum memiliki surat tersebut diminta mengurusnya melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat.

Ia meminta pendataan terhadap nelayan yang belum memperoleh surat rekomendasi agar proses penyelesaian administrasinya dapat dipercepat melalui koordinasi antarlembaga.

“Pak Seswapres (Plt. Sekretaris Wapres), tolong minta daftar nama nelayan yang belum dapat surat rekomendasi. Kita teruskan ke BPH Migas dan KKP agar kepengurusan bisa segera diselesaikan. Untuk pengerukan dan pembangunan talud kita koordinasikan ke Kementerian PU,” katanya.

Selain itu, Gibran meminta agar komunikasi dengan perwakilan nelayan tetap berjalan setelah kunjungan. Perwakilan nelayan dipersilakan mencatat nomor kontak pejabat pendamping untuk memantau perkembangan penanganan berbagai persoalan yang telah disampaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Agustin, salah seorang nelayan, menyampaikan apresiasi atas kebijakan penyediaan solar khusus bagi kapal berukuran 31–200 GT. Menurut dia, kebijakan tersebut membantu nelayan mengoperasikan kapal dan melaut dengan lebih lancar.

“Saya sangat mengucapkan terima kasih atas kebijakan dari Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden. Terealisasi solar khusus nelayan untuk GT 31–200. Ini belum pernah terjadi, ini betul-betul sungguh luar biasa. Jadi, buat kapal yang GT 31–200 sampai sekarang bisa melaut dengan lancar,” ungkap Agustin.

Namun, persoalan pasokan solar bersubsidi masih dirasakan nelayan dengan kapal berukuran 30 GT ke bawah. Nelayan bernama Temu mengatakan, keterbatasan bahan bakar tersebut menghambat aktivitas melaut sehingga ia berharap pemerintah segera mengambil langkah penyelesaian.

“Cilacap selalu kekurangan BBM subsidi solar untuk kapal 30 GT ke bawah, Pak. Saya mohon barangkali nanti Bapak Wakil Presiden, ini yang sangat ditunggu-tunggu sekali oleh rakyat yang ada di Kabupaten Cilacap, supaya ini bisa terealisasi dan memberikan keamanan, kenyamanan untuk nelayan, dan para nelayan bisa melaut dengan baik,” kata Temu.

Menanggapi keluhan itu, Gibran menyatakan perlunya pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui kendala yang menyebabkan nelayan belum mendapatkan akses solar bersubsidi. Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar penentuan langkah penanganan yang sesuai.

“Coba nanti kami cek ya, kekurangan syarat-syaratnya apa. Kami hadir di sini untuk menyelesaikan permasalahan nelayan yang ada di sini,” ujarnya.

Melalui koordinasi dengan instansi terkait, pemerintah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian persoalan administrasi dan distribusi solar bersubsidi sehingga nelayan Cilacap dapat menjalankan aktivitas melaut tanpa terkendala pasokan bahan bakar.

Editor: Elde Joyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut