Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diduga akibat Kelalaian Bakar Sampah, Lahan 1,3 Hektare di Karanganyar Kebumen Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Dari Angkutan Gula hingga Kereta Modern, Ini Stasiun Kutowinangun yang Berdiri Sejak 1887

Selasa, 27 Oktober 2026 | 14:18 WIB
  • author Elde Joyosemito
Dari Angkutan Gula hingga Kereta Modern, Ini Stasiun Kutowinangun yang Berdiri Sejak 1887
Stasiun Kutowinangun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terus berperan sebagai salah satu simpul transportasi kereta api yang menunjang mobilitas masyarakat. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Stasiun Kutowinangun di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terus berperan sebagai salah satu simpul transportasi kereta api yang menunjang mobilitas masyarakat. 

Stasiun yang telah beroperasi sejak abad ke-19 itu kini melayani 17 perjalanan kereta api setiap hari dengan tujuan berbagai kota, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Banyuwangi.

Stasiun Kutowinangun berada di bawah pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto. Keberadaannya memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat untuk berbagai keperluan, seperti bekerja, menempuh pendidikan, mengunjungi keluarga, maupun berwisata.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin mengatakan layanan kereta api dari Stasiun Kutowinangun mendukung konektivitas masyarakat Kebumen dan daerah sekitarnya dengan berbagai wilayah di Pulau Jawa.

“Keberadaan Stasiun Kutowinangun memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah Kebumen dan sekitarnya. Dengan layanan kereta api yang tersedia setiap hari, masyarakat memiliki alternatif transportasi yang aman, nyaman, dan efisien untuk menjangkau berbagai kota,” kata As’ad.

Stasiun Kutowinangun juga menyimpan jejak panjang sejarah perkeretaapian di wilayah selatan Jawa. Stasiun ini mulai beroperasi pada 20 Juli 1887, seiring perkembangan jalur kereta api yang menghubungkan Kutoarjo dengan Kroya.

Pada masa itu, keberadaan jalur kereta api tidak hanya mendukung mobilitas penumpang, tetapi juga berperan dalam pengangkutan barang. Kawasan di sekitar stasiun pernah terhubung dengan aktivitas industri gula melalui sejumlah percabangan rel yang digunakan untuk mengangkut hasil produksi pabrik gula di sekitarnya.

Editor: Elde Joyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut