Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Piala Dunia: Drama Enam Gol! Inggris Keluar Sebagai Pemenang atas Kroasia
Advertisement . Scroll to see content

Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Luis de la Fuente Jadi Pelatih Terbaik

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:06 WIB
  • author Reynaldi Hermawan
Harry Kane Raih Ballon d’Or 2026, Luis de la Fuente Jadi Pelatih Terbaik
Harry Kane meraih penghargaan Ballon d’Or 2026 setelah tampil gemilang bersama Bayern Munchen sepanjang musim 2025-2026. (Foto: IG Harry Kane)

LONDON, iNewsPurwokerto.id – Harry Kane meraih penghargaan Ballon d’Or 2026 setelah tampil gemilang bersama Bayern Munchen sepanjang musim 2025-2026. 

Dalam malam penghargaan yang digelar di London, Inggris, Selasa (27/10/2026) dini hari WIB, pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente juga dinobatkan sebagai pelatih terbaik pria setelah mengantarkan timnya menjuarai Piala Dunia 2026.

Kane menerima trofi Ballon d’Or edisi ke-70 di London Palladium Theatre. Penyerang berusia 33 tahun itu mengungguli Kylian Mbappe yang menempati posisi kedua dan Lamine Yamal di peringkat ketiga.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas produktivitas Kane yang mencetak 61 gol dalam 51 pertandingan kompetitif bersama Bayern Munchen. Ketajamannya membantu klub asuhan Vincent Kompany meraih dua gelar domestik pada musim lalu.

Kane juga memberikan kontribusi bagi Timnas Inggris yang finis di posisi ketiga Piala Dunia FIFA 2026.

Dalam pidato penerimaan yang berlangsung sekitar 12 menit, Kane menyampaikan rasa syukur sekaligus berterima kasih kepada sejumlah sosok yang berperan dalam perjalanan kariernya. Namun, pidatonya turut menjadi sorotan karena tiga nama mantan pelatihnya, yakni Nuno Espírito Santo, André Villas-Boas, dan Sam Allardyce, tidak disebut.

“Wow, wow, wow. Saya hampir tidak bisa berkata-kata,” ujar Kane mengawali pidatonya.

Dia mengapresiasi France Football sebagai penyelenggara Ballon d’Or dan menyebut kesempatan menerima penghargaan di London membuat momen tersebut terasa lebih istimewa.

Kane juga menyampaikan terima kasih kepada para pemilih yang memberikan suara kepadanya. Dia mengakui persaingan tahun ini berlangsung ketat karena banyak pemain berkualitas masuk dalam daftar nominasi, termasuk rekan-rekannya di Bayern Munchen.

Berterima Kasih kepada Kompany dan Mantan Pelatih

Dalam pidatonya, Kane memberikan penghormatan kepada rekan setimnya di Bayern, antara lain Michael Olise, Dayot Upamecano, Luis Díaz, dan Lennart Karl. Menurut dia, persaingan dalam latihan serta dukungan rekan setim menjadi bagian penting yang mendorong perkembangan performanya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Vincent Kompany beserta seluruh staf kepelatihan Bayern. Kane menilai kepemimpinan Kompany membantunya berkembang bukan hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi dan pemimpin.

Kane turut mendoakan agar Kompany segera pulih dari kondisi yang disebutnya sedang dialami.

“Sejak bergabung dengan kalian, saya berkembang sebagai pemain, tanpa diragukan lagi, juga sebagai pribadi dan pemimpin. Semua itu berkat kepemimpinan kalian,” kata Kane.

Kapten Timnas Inggris tersebut kemudian mengucapkan terima kasih kepada pelatih Inggris saat ini, Thomas Tuchel, sebelum mengenang perjalanan panjangnya bersama Tottenham Hotspur.

Kane bergabung dengan akademi Tottenham ketika berusia 11 tahun. Selama proses pembinaan, dia mendapat bimbingan dari sejumlah pelatih akademi, seperti Bradley Allen, Chris Ramsey, John McDermott, Alex Inglethorpe, Tim Sherwood, dan Ryan Mason.

Dia juga menyebut sejumlah mantan manajer yang berperan dalam perjalanan kariernya, yakni Kenny Jackett, Russell Slade, Harry Redknapp, Mauricio Pochettino, Jose Mourinho, Antonio Conte, Roy Hodgson, dan Gareth Southgate.

Namun, nama Nuno Espírito Santo tidak masuk dalam daftar tersebut meskipun pernah menangani Tottenham Hotspur. André Villas-Boas juga terlewat, padahal pelatih itu memberikan Kane kesempatan menjalani debut di Liga Inggris ketika Tottenham menghadapi Newcastle United pada Agustus 2012.

Sementara itu, Sam Allardyce merupakan mantan pelatih Timnas Inggris yang hanya menangani tim nasional dalam satu pertandingan pada 2016.

Kane menyadari kemungkinan ada sosok yang belum disebut dalam pidatonya. Dia pun meminta maaf apabila ada pihak yang berkontribusi terhadap perjalanan kariernya tetapi terlewat dari daftar ucapan terima kasih.

“Saya ingin memberikan penghargaan kepada beberapa pelatih yang telah membantu perjalanan saya, dan jika saya melupakan siapa pun, saya benar-benar minta maaf,” tuturnya.

Setelah menerima penghargaan tersebut, Kane dijadwalkan kembali memperkuat Bayern Munchen menghadapi Magdeburg dalam putaran kedua DFB-Pokal, Rabu (28/10/2026).

Luis de la Fuente Raih Penghargaan Pelatih Terbaik

Selain Kane, malam penghargaan Ballon d’Or 2026 juga menjadi momen penting bagi Luis de la Fuente. Pelatih berusia 65 tahun itu dinobatkan sebagai pelatih terbaik pria setelah membawa Timnas Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026.

De la Fuente menyebut penghargaan tersebut sebagai hasil kerja kolektif seluruh pemain dan elemen tim nasional Spanyol.

“Kerja sama tim membuat kami tak terkalahkan. Ini merupakan kehormatan besar,” ujarnya dalam pidato penerimaan, dikutip dari AFP.

Menurut De la Fuente, keberhasilan Spanyol tidak terlepas dari para pemain yang mengutamakan kepentingan tim di atas pencapaian individu. Dia menilai skuadnya memiliki banyak pemain berbakat yang memberikan kontribusi sepanjang turnamen.

“Rahasianya adalah bekerja bersama pemain-pemain yang sangat murah hati dan mendahulukan tim. Kami memiliki kumpulan talenta luar biasa, yang terbaik di dunia. Jadi, sebagai pelatih, saya memiliki begitu banyak pemain berbakat untuk ditangani. Karena itu, keberhasilan ini milik mereka,” katanya.

Perjalanan De la Fuente menuju puncak kepelatihan sepak bola dunia berlangsung melalui proses panjang. Berbeda dengan sejumlah pelatih yang lebih dahulu dikenal melalui kesuksesan bersama klub elite, dia membangun reputasi lewat pembinaan pemain muda.

Pada 2013, setelah menjalani karier sebagai pemain dan sempat melatih sejumlah klub, De la Fuente menemukan iklan lowongan pelatih tim junior Federasi Sepak Bola Spanyol. Dia kemudian melamar dan dipercaya menangani Timnas Spanyol U-19.

Kesempatan tersebut menjadi titik balik kariernya. Selama 13 tahun berikutnya, De la Fuente berkembang di lingkungan pembinaan sepak bola Spanyol hingga akhirnya dipercaya memimpin tim senior.

Di bawah kepemimpinannya, Spanyol meraih gelar UEFA Nations League 2023, Euro 2024, dan Piala Dunia 2026. Sejumlah pemain yang pernah dibinanya di level junior turut menjadi bagian dari skuad yang meraih kesuksesan bersama tim senior.

Pada Piala Dunia 2026, De la Fuente menunjukkan keyakinan terhadap kemampuan skuadnya untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Meski Spanyol sempat bermain imbang tanpa gol melawan tim debutan Cape Verde pada pertandingan pembuka, performa La Roja kemudian meningkat sepanjang turnamen.

Spanyol berhasil menyingkirkan Prancis dengan skor 2-0 pada babak semifinal untuk memastikan tiket ke partai puncak.

Dalam final yang berlangsung di New Jersey, Spanyol menghadapi Argentina yang diperkuat Lionel Messi. Tim asuhan De la Fuente mampu mengatasi perlawanan Argentina dan memastikan kemenangan 1-0 melalui gol Ferran Torres.

Keberhasilan tersebut mengantarkan Spanyol menjadi juara dunia sekaligus memperkuat reputasi De la Fuente sebagai pelatih yang mampu membawa timnya meraih prestasi melalui pembinaan pemain dan kerja kolektif.

“Ini merupakan pengakuan atas pekerjaan yang dilakukan dengan sangat baik selama bertahun-tahun,” ujarnya.

De la Fuente juga menilai keberhasilan Spanyol menjadi bukti pentingnya sistem pembinaan pemain muda yang berkelanjutan.

“Saya percaya sepak bola Spanyol, baik dari sisi kepelatihan maupun permainan, menjadi contoh pembinaan pemain muda yang sangat baik dan pada akhirnya membuka jalan menuju kesuksesan di masa depan,” katanya.

Editor: Elde Joyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut