Koperasi Merah Putih Beli Jelantah Warga, Bakal Diproses Jadi Bahan Bakar Pesawat
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan, kerja sama dengan Kementerian Koperasi merupakan bagian dari upaya mendukung kemandirian energi nasional. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengoptimalkan sumber daya dalam negeri, termasuk minyak jelantah yang selama ini berpotensi menjadi limbah.
“Kerja sama yang begitu erat antara Pertamina dengan Kementerian Koperasi tentunya sebagai bagian dari usaha kita untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada kemandirian energi. Kita berusaha menggunakan sumber-sumber energi yang ada di Indonesia sendiri,” kata Simon.
Ia menjelaskan, Pertamina telah melakukan sejumlah pengujian untuk mengembangkan bahan bakar penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Pengujian tersebut antara lain melalui uji terbang menggunakan pesawat C-235 serta pengujian bersama maskapai Garuda Indonesia.
Pada 2025, Pertamina juga melakukan uji terbang bersama Pelita Air untuk rute Jakarta-Denpasar pulang-pergi dengan menggunakan campuran 3% SAF dan 97% avtur konvensional.
“Penerbangannya berjalan baik dan kami juga terus melakukan upaya untuk semakin mendorong penggunaan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Simon menambahkan, koperasi desa dan kelurahan dapat berperan sebagai titik pengumpulan minyak jelantah dari masyarakat. Bahan baku tersebut kemudian diproses lebih lanjut di kilang Pertamina untuk menghasilkan produk bernilai tambah.
Pertamina juga telah menjajaki kerja sama pengumpulan minyak jelantah dengan Badan Gizi Nasional (BGN). Ke depan, perusahaan akan mengembangkan skema pengumpulan yang lebih luas, termasuk dengan melibatkan KDKMP.
Melalui program ini, minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan energi berkelanjutan.
Editor: EldeJoyosemito