Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Banyumas Terima USD 150 Ribu, Siap Lanjutkan Penanganan Sampah hingga Zero Sebelum 2029
Advertisement . Scroll to see content

Waste Station Berdiri di Alun-Alun Purwokerto, Warga Kian Gampang Setorkan Sampah

Kamis, 05 November 2026 | 14:44 WIB
  • author Elde Joyosemito
Waste Station Berdiri di Alun-Alun Purwokerto, Warga Kian Gampang Setorkan Sampah
Waste Station yang berdiri di kawasan Alun-Alun Purwokerto mulai memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memilah dan mengumpulkan sampah bernilai ekonomi. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Warga Banyumas kini memiliki fasilitas baru untuk menyetorkan sampah anorganik. 

Waste Station yang berdiri di kawasan Alun-Alun Purwokerto mulai memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memilah dan mengumpulkan sampah agar memiliki nilai ekonomi.

Fasilitas yang merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Banyumas, BTN dan Rekosistem tersebut diresmikan pada Kamis (5/11/2026). Melalui Waste Station, masyarakat dapat menyetorkan berbagai jenis sampah anorganik untuk ditimbang dan dikonversi menjadi poin.

Jenis sampah yang diterima antara lain botol plastik, kardus, kertas, kaleng, kaca, hingga limbah elektronik. Proses penyetoran dilakukan melalui aplikasi Rekosistem. Poin yang terkumpul selanjutnya dapat dicairkan menjadi uang melalui rekening BTN.

Waste Station Alun-Alun Purwokerto memiliki kapasitas pengumpulan rata-rata sekitar 4 ton sampah per bulan. Fasilitas ini beroperasi setiap Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani pemerintah daerah. Saat ini, timbulan sampah di Kabupaten Banyumas mencapai sekitar 738 ton per hari.

Menurut dia, sekitar 77 persen sampah di Banyumas telah terkelola. Sementara 23 persen lainnya masih belum tertangani secara optimal dan tersebar di 15 kecamatan.

"Banyumas yang sudah terkelola sudah 77 persen, yang belum terkelola 23 persen yang tersebar di 15 kecamatan. Makanya saya meminta Pak Presiden dibantu 15 TPST untuk 15 kecamatan untuk menangani 23 persen yang belum bisa dikelola," kata Sadewo.

Ia berharap keberadaan Waste Station dapat mendorong masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga. Selain membantu mengurangi persoalan sampah, fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Sadewo menilai sampah tidak semestinya hanya dipandang sebagai sesuatu yang dikumpulkan, diangkut, kemudian dibuang. Dengan pengelolaan yang tepat, sampah anorganik masih memiliki nilai guna dan dapat memberikan keuntungan ekonomi.

Deputi Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, Vinda Damayanti Ansjar, mengatakan keberhasilan Waste Station tidak cukup diukur dari keberadaan bangunan atau fasilitasnya. Dampak program tersebut perlu dilihat dari keterlibatan masyarakat, volume sampah terpilah yang terkumpul, serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dihasilkan.

"Keterlibatan sektor perbankan juga membuka peluang untuk menghubungkan pengelolaan sampah dengan layanan dan insentif keuangan, sehingga masyarakat dapat merasakan secara langsung manfaat dari kebiasaan memilah sampah," ujar Vinda.

Sementara itu, Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menjelaskan Waste Station merupakan bagian dari strategi Beyond Mortgage yang dikembangkan BTN. Melalui strategi tersebut, BTN tidak hanya berfokus pada pembiayaan dan pengelolaan rumah, tetapi juga ekosistem yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat. "Nah, Beyond Mortgage-nya itu kita bukan hanya mengelola rumah, tapi juga semua ekosistemnya,” ujar Hermita.

Ia menyebutkan, terdapat lima ekosistem utama yang menjadi perhatian BTN, yakni pemerintah daerah, kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan perdagangan. Pengelolaan sampah menjadi salah satu fokus karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat di lingkungan permukiman.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, sampah rumah tangga menyumbang sekitar 50,8 persen dari total timbulan sampah nasional yang mencapai 33,79 juta ton.

Hermita berharap fasilitas Waste Station dapat dikembangkan di kawasan perumahan dengan melibatkan pengembang, perguruan tinggi, serta pemerintah daerah. BTN juga membuka peluang pemberdayaan generasi muda yang memiliki inovasi di bidang pengolahan sampah.

Melalui fasilitas tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengumpulan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan memilah sampah yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut