Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Duh, Pasukan Ukraina Menembaki Sekolah dan TK Milik Sendiri, Beberapa Tewas dan Terluka
Advertisement . Scroll to see content

AS Bantu Ukraina dengan Drone Hantu, Bakal Hancurkan Target Rusia

Jum'at, 22 April 2022 | 07:09 WIB
  • author Anton Suhartono
AS Bantu Ukraina dengan Drone Hantu, Bakal Hancurkan Target Rusia
Perang Ukraina

WASHINGTON, iNews.id - Departemen Pertahanan atau Pentagon Amerika Serikat (AS) kembali memberikan bantuan kepada Ukraina. Kali ini adalah senjata khusus drone hantu.

Nantinya, senjata tersebut bakal menghancurkan target-target pasukan Rusia. Drone yang hanya bisa sekali pakai tersebut mampu melakukan pengeboman musuh Drone didesain oleh Angkatan Udara AS. 

Pentagon menyatakan drone itu masuk dalam paket bantuan senjata terbaru untuk Ukraina. Gedung Putih juga menyatakan lebih dari 121 Sistem Drone Taktis Phoenix Ghost akan dikirim ke Ukraina sebagai bagian dari paket bantuan persenjataan baru.  

"Ini dikembangkan atas serangkaian kebutuhan yang sangat cocok dengan yang dibutuhkan Ukraina saat ini di Donbass," kata Juru Bicara Pentagon, John Kirby, dikutip dari Reuters, Jumat (22/4/2022). 

Kirby tak memberikan penjelasan mengenai spesifikasi dan kemampuan drone hantu, termasuk jangkauannya, melainkan hanya mengatakan senjata itu dirancang untuk menyerang target. 

Meski demikian, sebagaimana layaknya fungsi drone, Phoenix Ghost juga bisa digunakan untuk pengintaian.  

"Itu juga bisa digunakan untuk memberi kepada Anda gambaran tentang apa yang dilihatnya, tapi fokus utamanya adalah menyerang,”ujar Kirby. 

Ukraina sangat mengandalkan senjata dari Barat dalam perang melawan Rusia, termasuk rudal anti-pesawat Stinger, rudal anti-tank Javelin, Switchblade dari AS, serta drone Bayraktar TB2 buatan Turki. 

Selain memberikan bantuan senjata, AS juga bakal melatih tentara Ukraina untuk menggunakan Phoenix Ghost.

 

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut