Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Joko Wiyono, menyatakan lokakarya ini merupakan puncak aktualisasi pembelajaran selama enam bulan yang diikuti para calon guru penggerak. "Ini adalah kesempatan mereka menunjukkan hasil pembelajaran kepada masyarakat. Dengan jumlah 475 guru penggerak, capaian ini luar biasa," ujarnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Provinsi Jawa Tengah, Sulikin, juga memberikan apresiasi atas keberhasilan guru penggerak di Banyumas. "Dari 475 guru penggerak, sebanyak 84 orang berasal dari jenjang SMA dan SMK, sisanya adalah pengajar praktik. Ini merupakan pencapaian besar bagi Banyumas," katanya.
Koordinator Seksi Panen Hasil Belajar, Sugeng Riyadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menampilkan karya para guru penggerak berupa media pembelajaran yang berbasis kebutuhan siswa.
"Pendidikan guru penggerak bertujuan menciptakan guru yang menjadi pemimpin pembelajaran. Guru tidak lagi menjadi pusat, tetapi menuntun siswa untuk mengembangkan potensi dan menghasilkan karya," jelas Sugeng, yang juga merupakan pengajar praktik di SMA Negeri 1 Patikraja.
Dengan pendekatan ini, pendidikan berbasis siswa menjadi fokus utama, di mana siswa didorong untuk aktif berkontribusi dalam proses pembelajaran, sementara guru berperan sebagai pembimbing.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait