PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – BPJS Kesehatan kembali menegaskan pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bentuk perlindungan finansial atas risiko kesehatan yang tidak dapat diprediksi.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Purwokerto, Niken Sawitri, menyebut bahwa menjadi peserta JKN bukan sekadar memenuhi kewajiban undang-undang, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang.
Menurut Niken, siapa pun bisa sakit tanpa melihat usia maupun kondisi fisik. Ketidakpastian tersebut membuat jaminan kesehatan menjadi kebutuhan dasar.
“Dengan terdaftar aktif sebagai peserta JKN, maka seseorang memiliki jaring pengaman ketika sewaktu-waktu sakit. Tidak perlu mengeluarkan biaya lagi karena pengobatannya dijamin JKN,” kata Niken.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh Yahinu (51), warga yang kini semakin yakin mempercayakan perlindungan keluarganya kepada Program JKN. Ia mengaku keputusan bergabung dengan JKN berawal dari pengalaman pahit ketika harus menanggung biaya pengobatan anaknya yang cukup besar.
“Program JKN sangat dibutuhkan sebagai persiapan seandainya terjadi hal yang tidak diinginkan. Sekarang cukup pakai KTP saja, selama status aktif, semua bisa ditanggung. Tidak perlu keluar biaya lagi,” ujarnya.
Sejak menjadi peserta, Yahinu beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan di Puskesmas menggunakan JKN. Ia menilai obat yang diberikan lengkap dan memadai. “Sampai sekarang kami sekeluarga sudah beberapa kali berobat pakai JKN. Semuanya gratis, dan pelayanan obatnya mencukupi,” katanya.
Yahinu juga menekankan pentingnya kesadaran membayar iuran secara rutin sebagai bentuk kontribusi menjaga keberlanjutan Program JKN. Ia sendiri telah menjadi peserta sejak 2022 dan selalu tertib membayar setiap bulan.
“Iurannya tidak terlalu besar karena ada sistem kelas, jadi bisa menyesuaikan kemampuan,” lanjutnya.
Program JKN yang telah berjalan lebih dari satu dekade terbukti menjadi penopang kesehatan keluarga Indonesia melalui prinsip gotong royong. Peserta yang sehat turut membantu mereka yang sedang sakit, dan yang mampu secara finansial membantu yang membutuhkan.
“Sistem gotong royong di JKN sangat bagus. Saya yang sehat tentu tidak keberatan membantu saudara kita yang sakit,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang belum mendaftar agar tidak menunggu sampai sakit. “Menurut saya, yang belum bergabung karena merasa masih sehat itu belum cukup peduli. Kita tidak pernah tahu kapan sakit datang. Lebih baik segera daftar, karena ini penting sekali,” pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
