Ia menyebut, wilayah Banyumas Raya kini mulai memasuki masa panen awal. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap sekitar 24 ton GKP serta 122 ton beras dari wilayah tersebut.
“Perkiraan puncak panen terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret. Saat itu, volume serapan diproyeksikan meningkat cukup tajam,” jelasnya.
“Kami optimistis target pengadaan bisa tercapai seiring datangnya panen raya,” lanjut Prawoko.
Dalam skema pengadaan, gabah dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram, selama tanaman telah memasuki usia panen. Untuk menjaga kualitas, Babinsa bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian ikut melakukan pendampingan agar gabah yang disetor sesuai standar kebersihan.
Sementara itu, beras kualitas medium diserap Bulog dengan harga Rp12.000 per kilogram, menggunakan pola pembelian langsung di depan gudang Bulog.
Program ini diharapkan memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjamin kepastian pasar bagi petani. Keberhasilannya memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Bulog, pemerintah daerah, dinas teknis, TNI, hingga Polri, demi menjaga stabilitas pangan nasional sesuai kebijakan pemerintah pusat.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
