Bulog Banyumas dan Yonif TP 838/PW Bersinergi Serap Gabah Petani

Elde Joyosemito
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas menggandeng Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya dalam upaya memperkokoh ketahanan pangan. (Foto: Istimewa)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas menggandeng Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 838/Purwa Wijaya dalam upaya memperkokoh ketahanan pangan sekaligus mengejar target swasembada pangan nasional pada 2026.

Kerja sama tersebut direalisasikan melalui program penyerapan gabah kering panen (GKP) langsung dari petani. Sampai saat ini, sekitar 3,4 ton GKP telah masuk dalam pengadaan, dan proses serapan masih terus berjalan.

Pasokan gabah berasal dari petani yang dibina Yonif TP 838/PW di Desa Glempangpasir, Kecamatan Adipala. Satuan ini mengelola lahan sekitar 1,2 hektare serta mendampingi delapan petani. Panen dilakukan memakai combine harvester agar proses lebih efisien dan mutu gabah tetap terjaga sebelum masuk rantai distribusi.

Komandan Yonif TP 838/PW, Letkol Inf Swary Atmanda Bachtiar, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya merupakan bagian dari dukungan TNI AD terhadap program pemerintah di sektor pangan.

“Kami berkomitmen membantu pemerintah menjaga stabilitas pangan dan memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sehingga berdampak pada kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Pemimpin Bulog Kancab Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menambahkan bahwa pada 2026 Bulog Banyumas mendapat mandat penyerapan sebesar 78.000 ton setara beras.

Ia menyebut, wilayah Banyumas Raya kini mulai memasuki masa panen awal. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap sekitar 24 ton GKP serta 122 ton beras dari wilayah tersebut.

“Perkiraan puncak panen terjadi pada pertengahan Februari hingga Maret. Saat itu, volume serapan diproyeksikan meningkat cukup tajam,” jelasnya.
“Kami optimistis target pengadaan bisa tercapai seiring datangnya panen raya,” lanjut Prawoko.

Dalam skema pengadaan, gabah dibeli dengan harga Rp6.500 per kilogram, selama tanaman telah memasuki usia panen. Untuk menjaga kualitas, Babinsa bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Kementerian Pertanian ikut melakukan pendampingan agar gabah yang disetor sesuai standar kebersihan.

Sementara itu, beras kualitas medium diserap Bulog dengan harga Rp12.000 per kilogram, menggunakan pola pembelian langsung di depan gudang Bulog.

Program ini diharapkan memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjamin kepastian pasar bagi petani. Keberhasilannya memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Bulog, pemerintah daerah, dinas teknis, TNI, hingga Polri, demi menjaga stabilitas pangan nasional sesuai kebijakan pemerintah pusat.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network