PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mulai menggulirkan distribusi Minyak Goreng Rakyat (MGR) kemasan merek Minyakita di wilayah Kabupaten Banyumas. Penyaluran perdana dilaksanakan di Pasar Wage yang masuk dalam daftar pasar pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Pemimpin Cabang Bulog Banyumas Prawoko Setyo Aji menjelaskan langkah ini merupakan upaya menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengendalikan harga minyak goreng di pasaran. Menurutnya, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat menjelang bulan Ramadhan sehingga stabilitas distribusi harus dipastikan sejak awal.
“Melalui penyaluran Minyakita ini, kami ingin memastikan stok tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama menjelang Ramadhan ketika permintaan cenderung naik,” kata Prawoko, Kamis (29/1/2026).
Pada tahap awal, Minyakita disalurkan melalui dua pengecer di Pasar Wage, yakni toko milik Nofi Nurani dan Sugi Hastuti. Keduanya menjadi mitra pengecer pertama yang melayani penjualan minyak goreng rakyat kepada konsumen.
Ia menegaskan, penjualan Minyakita wajib mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat. Dalam aturan tersebut, Harga Eceran Tertinggi (HET) ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, dengan pembelian maksimal oleh konsumen sebanyak 12 liter per orang per hari.
Selain pasar pantauan SP2KP, Bulog juga akan menyalurkan Minyakita ke sejumlah pasar lain, jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta pengecer lain yang telah mengantongi izin usaha.
Pengecer yang diperbolehkan menyalurkan Minyakita wajib terdaftar dalam aplikasi SIMIRAH serta memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Banyumas bertugas mendata pengecer yang memenuhi ketentuan tersebut untuk penetapan kuota dan jadwal distribusi.
Prawoko berharap program ini dapat membantu mengendalikan laju inflasi komoditas minyak goreng, terutama di tengah peningkatan konsumsi rumah tangga menjelang hari besar keagamaan.
“Dengan distribusi yang terpantau dan sesuai regulasi, kami optimistis pasokan tetap aman dan harga bisa lebih terkendali,” ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
