Pada tahun ini, layanan penukaran uang diselenggarakan melalui tiga skema. Pertama, layanan penukaran di tempat ibadah dan lokasi strategis yang tersebar di enam titik. Kedua, layanan penukaran melalui perbankan umum di 50 titik, terdiri atas 23 titik di Kabupaten Banyumas, 12 titik di Cilacap, 9 titik di Purbalingga, dan 6 titik di Banjarnegara. Ketiga, layanan penukaran terpadu di GOR Satria Purwokerto yang bekerja sama dengan enam bank umum, BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI, Bank Jateng, dan Bank Woori Saudara, dengan kuota 1.000 penukar.
Penukaran uang dilakukan melalui mekanisme pemesanan terlebih dahulu menggunakan aplikasi PINTAR yang dapat diakses secara daring. Christoveny mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan tersebut secara tertib. “Kami mengajak masyarakat melakukan pemesanan sesuai jadwal dan kuota yang tersedia agar proses penukaran berjalan lancar dan nyaman,” tuturnya.
Selain penyediaan uang tunai, Bank Indonesia juga mendorong optimalisasi transaksi nontunai melalui layanan pembayaran digital seperti BI-FAST dan QRIS. “Penggunaan kanal pembayaran digital memungkinkan transaksi dilakukan secara real-time, lebih efisien, dan aman selama Ramadan dan Idul Fitri,” kata Christoveny.
Dalam momentum SERAMBI 2026, Bank Indonesia kembali mengingatkan masyarakat untuk mengenali keaslian rupiah melalui metode 3D, dilihat, diraba, dan diterawang. Masyarakat juga diajak merawat rupiah dengan menerapkan prinsip 5J, yakni tidak dilipat, tidak dicoret, tidak diremas, tidak distapler, dan tidak dibasahi.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
