Serunya Pasar Ramadan UMP, Buka Puasa tinggal War Takjil di Sini 

Elde Joyosemito
Sebanyak 350 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Kampus UMP. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Sebanyak 350 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam Pasar Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Kampus I Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas. Kegiatan tahunan tersebut diproyeksikan mampu mendorong perputaran uang hingga Rp3,5 miliar selama pelaksanaannya.

Rektor UMP Prof. Jebul Suroso menyampaikan, Pasar Ramadan menjadi salah satu kontribusi nyata kampus dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah, tak hanya di sektor pendidikan, tetapi juga pada pengembangan ekonomi kreatif dan kewirausahaan.

Ia mengungkapkan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya nilai transaksi tercatat berkisar antara Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar. Tahun ini, pihak kampus menargetkan capaian transaksi meningkat hingga menyentuh Rp3 miliar.

"Seluruh tenant yang terlibat telah melalui proses pembinaan serta seleksi produk halal oleh pusat layanan halal kampus. Selain itu, sistem pembayaran di area pasar sepenuhnya menggunakan QRIS guna mendukung percepatan digitalisasi transaksi,"jelasnya usai pembukaan pada Kamis (19/2) petang.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti menilai Pasar Ramadan tidak sekadar menjadi pusat aktivitas jual beli, melainkan juga ruang pemberdayaan UMKM, sarana silaturahmi, serta wahana edukasi ekonomi bagi masyarakat selama bulan suci.

“Pasar Ramadan bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang kebersamaan dan pembelajaran ekonomi masyarakat,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi kolaborasi antara UMP dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto yang dinilai mampu menghadirkan model penguatan UMKM berbasis komunitas. Sinergi antara perguruan tinggi dan otoritas keuangan itu disebut efektif dalam menggerakkan ekonomi warga sekaligus menyemarakkan Ramadan.

Lintarti juga mengingatkan para pelaku usaha agar menjaga mutu produk serta kepercayaan konsumen melalui pelayanan yang jujur dan profesional. Mahasiswa pun didorong memanfaatkan momentum ini sebagai sarana praktik kewirausahaan secara langsung.

Sementara itu, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Mahdi Abdillah menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di wilayah Banyumas Raya.

Menurutnya, Indonesia saat ini termasuk tiga besar dalam pengembangan ekonomi syariah global dan memiliki potensi besar dalam rantai nilai halal, mulai dari sektor kuliner, fesyen, hingga wisata religi. Wilayah Banyumas Raya yang meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara dinilai memiliki basis kuat melalui pesantren, budaya lokal, serta UMKM pangan halal.

Bank Indonesia, lanjut Mahdi, turut menghadirkan berbagai program pendukung, seperti penguatan zona kuliner halal, pelatihan juru sembelih halal, pendampingan sertifikasi halal, hingga kolaborasi dengan lembaga zakat dan wakaf. Selain itu, pihaknya juga menggelar edukasi pembayaran digital, pelindungan konsumen, serta kompetisi transaksi QRIS bagi tenant.

“Momentum Pasar Ramadan ini juga dimanfaatkan untuk pasar murah bersama Pemerintah Kabupaten Banyumas guna menjaga stabilitas harga selama Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network